LPS Jamin Duit Masyarakat di Bank Rp3.418 Triliun

Giri Hartomo, Jurnalis · Selasa 27 Oktober 2020 21:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 27 320 2300547 lps-jamin-duit-masyarakat-di-bank-rp3-418-triliun-KeTW3qqhCt.jpg Dana Yang Dijamin LPS Mencapai Rp3.419 Triliun. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebut rekening yang dijamin mencapai 99,91% dari total rekening. Atau jika dijabarkan ada sekitar 335 juta rekening yang uangnya dijamin oleh LPS.

Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, secara nominal, dana yang dijamin LPS mencapai Rp3.418 triliun hingga akhir September. Dana masyarakat yang dijamin tersebut sesuai dengan ketentuan maksimal Rp2 miliar di masing-masing rekening.

"Per september, jumlah rekening simpanan yang dijamin LPS 99,91% dari total rekening atau setara dengan 335.311.847 rekening. Secara nominal jumlah simpanan yang dijamin sesuai ketentuan max mencapai Rp3.418,95 triliun," ujarnya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) secara virtual, Selasa (27/10/2020).

Baca Juga: Sudah Ada 7 Bank Gagal, LPS: Belum Membahayakan

Purbaya menambahkan, pihaknya juga melakukan penurunan suku bunga penjamin sebesar 25 basis poin menjadi 5%. Selain itu, pihaknya juga menurunkan suku bunga penjaminan simpanan berbentuk valuta asing sebesar 25 basis poin menjadi 1,25%.

"LPS akan memantau dan valas tingkat bunga penjaminan sesuai kondisi likuiditas perbankan hasil assesment atas kondisi makro ekonomi dan stabilitas sistem keuangan," jelasnya.

Baca Juga: LPS Tidak Jamin Saldo pada Uang Elektronik

Namun menurut Purbaya, secara umum tren dan kondisi sistem finansial masih belum berubah dari tahun lalu. Karena ada beberapa risiko namun sifatnya masih belum membahayakan.

Misalnya saja dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan yang sudah mulai membaik. Tak terkecuali juga pada bank-bank kecil yang memiliki modal inti kurang dari Rp1 triliun.

"Sehingga saat sekarang Bank BUKU I pun keadaanya dari sisi DPK sudah sedikit baik dari keadaan awal tahun, artinya dampak negatif dari tekanan likuiditas mereka maupun DPK mereka karena COVID-19 boleh dibilang sudah hilang," jelasnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini