Buka ISEF 2020, Jokowi: Ekonomi dan Keuangan Syariah Miliki Potensi yang Sangat Besar

Taufik Fajar, Jurnalis · Rabu 28 Oktober 2020 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 28 320 2300868 buka-isef-2020-jokowi-ekonomi-dan-keuangan-syariah-miliki-potensi-yang-sangat-besar-QOj1KYelAi.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi), secara resmi membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020. ISEF diselenggarakan untuk ketujuh kalinya oleh Bank Indonesia (BI) tersebut digelar secara virtual.

Penyelenggaraan ISEF 2020 secara virtual ini, dihadiri ratusan pelaku ekonomi syariah, mulai dari sejumlah kedutaan besar negara tetangga, pemangku kebijakan ekonomi di Indonesia, pelaku usaha syariah, perbankan, hingga ulama.

Baca Juga: Fatwa Jadi Hal Penting untuk Kembangkan Ekonomi Syariah

"Penyelenggaraan ISEF ini dapat menjadi momentum untuk membuat peta jalan yang jelas dan detil. Lalu menentukan langkah-langkah konkret yang harus segera dilakukan dalam pengembangan ekonomi dan industri keuangan syariah," ujar dia saat membuka ISEF 2020.

Dia menjelaskan ekonomi dan keuangan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, tidak hanya diminati oleh negara mayoritas penduduk muslim, tapi juga oleh negara lain seperti Jepang, Thailand hingga Amerika Serikat.

Baca Juga: Ma'ruf Amin Ungkap Ekonomi Syariah RI Hasil Perjuangan Panjang

"Indonesia dengan jumlah penduduk muslim di dunia, harus menangkap peluang ini. Sekali lagi, harus menangkap peluang ini," ungkap dia.

Kemudian, Presiden Jokowi pun membuka acara tersebut secara resmi. "Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Isef 2020 ke-7, saya nyatakan dibuka," pungkas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini