BI Yakin Sektor Keuangan Syariah Jadi Stimulus Indonesia Maju

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 320 2301277 bi-yakin-sektor-keuangan-syariah-jadi-stimulus-indonesia-maju-fyiND51eXQ.png Bank Syariah. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menyebut digitalisasi sektor keuangan syariah bisa menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan penghasilan tinggi pada 2045 sesuai visi-misi presiden. Hal itu disampaikan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng dalam rangkain acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2020 pada hari ini.

Menurutnya, luas pasar keuangan syariah di Indonesia tercermin dari keberadaan 14 bank umum syariah, 20 unit usaha syariah, lalu 163 bank perkreditan rakyat syariah dan 4.500 lembaga keuangan mikro syariah di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Wapres; Produk Halal Dibutuhkan sebagai Gaya Hidup

"Jadi kami yakin digitalisasi dan ekonomi dan keuangan Islam akan memainkan peranan besar untuk mencapai tujuannya. Maka itu bisa menjadi negara maju, Indonesia maju, pada tahun 2045," ujar dia, Kamis (29/10/2020).

Kemudian, lanjut dia, Indonesia memiliki 28 ribu pesantren dengan lebih dari 2 juta siswa. Selain itu, hampir 60% penduduk Indonesia adalah kaum milenial yang sangat paham dengan teknologi digital dan punya banyak ide inovatif.

Baca Juga: Potensi Ekonomi Syariah Sangat Besar, Jokowi: Tangkap Peluang Ini

"Kita lihat dari segi aksesibilitas, sekitar 133% penduduk Indonesia memiliki telepon genggam, artinya setiap satu orang dapat memiliki lebih dari satu telepon genggam," ungkap dia.

Pihaknya juga mengajak Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk mulai mengintegrasikan Ekonomi dan Keuangan Islam dengan pendekatan digitalisasi.

"Jangan sampai, OKI ini ketinggalan dengan negara-negara berpenduduk non-muslim," tandas dia.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini