Pertamina-PLN Pastikan Kelistrikan Blok Rokan

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Kamis 29 Oktober 2020 19:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 29 320 2301325 pertamina-pln-pastikan-kelistrikan-blok-rokan-7SusPdXJEd.jpg Persiapan Pengelolaan WK Rokan. (Foto: Okezone.com/Pertamina)

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) melakukan berbagai persiapan untuk kelancaran operasi Wilayah Kerja (WK) Rokan saat Pertamina Hulu Rokan (PHR) resmi mengoperasikan pada 9 Agustus 2021. Salah satunya memastikan ketersediaan pasokan listrik dan uap untuk WK tersebut tetap terjaga.

SVP Corporate Communication san Investor Relation Pertamina Agus Suprijanto mengatakan, Pertamina tengah membangun komunikasi dengan berbagai pihak untuk persiapan operasional WK Rokan, termasuk penyediaan listrik dan uap yang sangat diperlukan dalam mendukung kelangsungan kegiatan produksi minyak yang saat ini mencapai 170.000 barel minyak per hari atau sekitar 25 persen produksi minyak nasional.

Baca Juga: Bos Pertamina Butuh Modal Hampir Rp2.000 Triliun, untuk Apa?

“Pertamina menyambut baik keinginan PLN untuk menyediakan supply listrik maupun uap untuk WK Rokan mulai 9 Agustus 2021. Dengan menggandeng BUMN di sektor ketenagalistrikan, kami berharap persiapan supply listrik dan uap pasca alih kelola tetap aman. PLN bersama PHR akan melakukan pembahasan intensif terkait hal ini dalam waktu dekat," ujar Agus, Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Semementara PLN telah menyampaikan penawaran awal kepada Pertamina terkait penyediaan listrik dan uap tersebut. Agus mengutarakan, saat ini WK Rokan mendapat supply listrik dan uap dari integrated power sistem yang meliputi fasilitas utama tiga power generation yakni Minas Gas Turbine, Central Duri Gas dan North Duri Cogen (NDC).

Terkait dengan penawaran PLN untuk menyediakan listrik dan uap di WK Rokan, Agus menyebut, Pertamina telah menyampaikan tanggapan dan menunggu proposal lanjutan dari perusahaan listrik tersebut.

Baca Juga: Pembentukan Holding Migas Digugat, KBUMN Tegaskan Tak Langgar UU

Bahkan, Pertamina berharap pembahasan perjanjian jual beli listrik dan uap dengan pihak PLN berjalan dengan baik dan lancar, sehingga dapat ditandatangani pada November 2020.

"Sinergi sesama BUMN energi tidak hanya meningkatkan portofolio yang saling menguatkan kinerja operasi di sektor bisnis masing-masing, tetapi juga diharapkan mendorong proyek pengembangan strategis pemerintah akan berjalan dengan baik sesuai target yang diharapkan," ujar Agus.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini