Ekonomi RI Minus 3,49%, Ini Penjelasan soal Resesi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 05 November 2020 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 05 320 2304537 ekonomi-ri-minus-3-49-ini-penjelasan-soal-resesi-SSX6fDEJzQ.jpg Indonesia Alami Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Indonesia mengalami resesi, setelah mengalami pertumbuhan ekonomi negatif dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal III-2020, ekonomi terkontraksi 3,49% dan kuartal II minus 5,32%.

Meski pertumbuhan ekonomi kuartal III membaik, tapi Indonesia masuk ke dalam daftar negara yang mengalami resesi karena pandemi virus corona.

Lantas apa itu resesi dan apa dampaknya bagi Indonesia?

Resesi merupakan siklus dari perekonomian kita. Di mana ukuran ekonomi dihitung berdasarkan seberapa besar output atau produksi yang dihasilkan dalam satu tahun.

"Nah pada umumnya, output yang dihasilkan dalam setahun harus meningkat setiap tahunnya. Kalau tahun ini produksi 100 unit, tahun depan seharusnya tumbuh 105 unit atau ada kenaikan 5%. Resesi itu terjadi ketika ekonomi tumbuh negatif, dari 100 unit, turun 95 dan berlangsung dua triwulan berturut-turut," ujar Pengamat Ekonomi Piter Abdullah.

Penyebab turunya produksi pun beda-beda. Ada yang turun karena bencana, perang dan lainnya. Seperti saat ini, pandemi virus corona membuat kehidupan hingga ekonomi berjalan tidak normal.

"Output atau produksi dari perekonomian kita itu menurun (karena Covid-19). Nah itulah resesi," tuturnya.

Kendati demikian, dari contoh produksi tersebut, lanjut Piter, resesi bukan berarti semuanya selesai. Sebab, masih ada produksi dalam kehidupan dan perekonomian masih tetap jalan.

"Jadi resesi itu bukan berarti semuanya sudah kiamat, sudah hancur. Tidak. Kita masih berproduksi, masih hidup, output kita masih ada," tuturnya.

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini