JAKARTA - Indonesia sudah resmi resesi. Tapi sebenarnya Resesi ekonomi di kuartal ke III hanya mengafirmasi kembali bahwa ekonomi sedang berada dalam tekanan yang cukup berat. Yang menjadi pertanyaan besar apakah ekonomi Indonesia akan masuk dalam depresi, yakni resesi ekonomi yang berlanjut dalam satu tahun ke depan?
Konsumsi rumah tangga masih terkontraksi -4,04% menunjukkan masyarakat khususnya menengah ke atas belum percaya terhadap penanganan Covid-19 yang dilakukan oleh pemerintah.
Baca Juga: Dear Orang Kaya, Enggak Mau Bantu Selamatkan Ekonomi RI?
"Kekhawatiran untuk belanja di luar rumah masih cukup tinggi sehingga kelas menengah dan atas mengalihkan uang ke simpanan perbankan atau aset aman. Situasi ini sulit alami perubahan apabila masalah fundamental gerak masyarakat terbatas karena pandemi belum juga diselesaikan," kata Ekonom Indef Bhima di Jakarta, Kamis (5/11/2020).
Kata dia resesi ekonomi dapat mengarah pada depresi ekonomi jika pertumbuhan PDB masih negatif hingga 2021.
Baca Juga: Resesi dan Daya Beli Lesu, Peritel: Jangan Ditambah Boikot Produk
"Ini bakal mengarah pada depresi ekonomi jika pertumbuhan PDB masih negatif hingga 2021," katanya.