Share

Menko Airlangga: Pemerintah Berjuang Keras Tangani Pengangguran

Taufik Fajar, Jurnalis · Minggu 08 November 2020 13:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 08 320 2306148 menko-airlangga-pemerintah-berjuang-keras-tangani-pengangguran-2VKxN6r25G.jpg Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto; Kemenko Perekonomian)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengakui pemerintah masih memiliki tantangan untuk menekan jumlah pengangguran RI. Sebab, pandemi covid-19 menambah jumlah pengangguran sebanyak 2,67 juta menjadi 9,77 juta orang pada Agustus 2020.

Imbasnya, tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Agustus 2020 melonjak menjadi 7,07%. Realisasi itu naik dari posisi Agustus 2019 yang sebesar 5,23%.

 Baca juga: 5 Fakta Pengangguran Hampir Tembus 10 Juta

“Nah ini, tekanan kita memang di lapangan kerja, di mana lapangan kerja ini jumlah pengangguran masih sekitar 5%,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (8/11/2020).

Selain dari sisi jumlah pengangguran, dia menuturkan jumlah pekerja informal atau tidak tetap di Indonesia masih tinggi. Belum lagi, angkatan kerja baru tahun 2021 yang akan datang diperkirakan mencapai 2,9 juta orang tahun ini, sehingga menambah ketat persaingan lowongan pekerjaan.

 Baca juga: Jumlah Pengangguran Meningkat, Apa Strategi Menaker?

“Juga terkait yang masuk ke lapangan kerja, tahun ini 2,9 juta orang, ada 1,7 juta orang lulus perguruan tinggi dan 1,3 juta orang adalah lulusan SMK yang perlu dicarikan jalan keluar untuk memperoleh lapangan kerja", ucapnya.

Menurutnya, salah satu jalan keluar penciptaan lapangan kerja adalah melalui UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Lewat UU tersebut, pemerintah menyederhanakan proses berusaha sehingga harapannya bisa mendatangkan banyak investasi dan penciptaan lapangan kerja.

“Satu yang akan didorong dalam UU Cipta Kerja, agar mereka untuk bekerja dipermudah dan mereka untuk masuk ke sektor usaha juga disimplifikasi,” katanya.

Sebelumnya, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan kenaikan pengangguran disebabkan pandemi covid-19. Ia menjelaskan TPT tertinggi tercatat di DKI Jakarta, yakni 10,95 persen. Sementara, TPT terendah berada di Sulawesi Barat sebesar 3,32 persen.

“Dampak pandemi covid-19 jauh lebih tajam di kota,” ujarnya.

Kemudian, Suhariyanto memaparkan jumlah angkatan kerja naik 2,36 juta orang menjadi 138,22 juta orang. Namun, jumlah orang yang bekerja pada Agustus 2020 turun 0,31 juta orang menjadi 128,45 juta orang.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini