Toshiba Mundur dari Proyek PLTU Demi Kurangi Emisi Gas Karbon

Djairan, Jurnalis · Rabu 11 November 2020 20:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 320 2308062 toshiba-mundur-dari-proyek-pltu-demi-kurangi-emisi-gas-karbon-w21q3W080v.jpg PLTU (Reuters)

TOKYO - Raksasa konstruksi asal Jepang Toshiba menyatakan berhenti menerima pesanan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru. Hal itu untuk mendorong penggunaan energi terbarukan, dan mendukung wacana Perdana Menteri (PM) Yoshihide Suga yang mengatakan Jepang akan bebas emisi karbon pada 2050.

“Mengingat tren global telah bergerak menuju dekarbonisasi, kami perlu mengubah sikap kami terhadap bisnis tenaga batu bara yang kami tangani,” ujar juru bicara Toshiba, Takashi Ebina dikutip dari Bloomberg, Rabu (11/11/2020).

 Baca juga: PLTU Amurang Didatangi Hiu Paus, Ternyata Ada Artinya

Toshiba akan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 50 persen pada 2030. Saat ini masih ada 10 pembangkit listrik yang harus diselesaikan sesuai kewajibannya.

Perusahaan itu akan terus memproduksi turbin uap dan menawarkan layanan pemeliharaan untuk pembangkit listrik tenaga batu bara yang ada.

 Baca juga: PLTU Amurang Kedatangan Hiu Paus Berukuran Jumbo

Toshiba sudah memiliki pesanan untuk pemasangan fasilitas pembangkit listrik tenaga batu bara di berbagai negara termasuk Indonesia dan India, menurut rincian di situs webnya.

Setelahnya, Toshiba berencana menginvestasikan USD1,5 miliar dalam energi terbarukan untuk operasinya hingga tahun fiskal yang berakhir Maret 2023.

Toshiba bermaksud meningkatkan penjualan tahunan dari bisnis energi terbarukan menjadi USD6,1 pada Maret 2031, dibandingkan dengan USD1,8 dalam setahun terakhir. Hingga maret lalu, pendapatan dari bisnis proyek batu bara termal dan hidrogen mewakili 6,6 persen dari total penjualan Toshiba.

Beberapa perusahaan besar mulai meninggalkan sektor batu bara dan fokus pada turbin gas dan energi terbarukan. Seperti Samsung C&T Corp, yang telah menuai kritik atas niatnya untuk tetap menyelesaikan proyek batu bara sebelum beralih ke energi bersih. Sementara General Electric Co mengatakan pada September lalu akan segera menyelesaikan kewajiban proyek batu baranya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini