Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sri Mulyani: Ada 2 Sektor Masih Alami Pelemahan, Sisanya Proses Perbaikan

Ferdi Rantung , Jurnalis-Kamis, 12 November 2020 |13:14 WIB
Sri Mulyani: Ada 2 Sektor Masih Alami Pelemahan, Sisanya Proses Perbaikan
Sri Mulyani (Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Menteri Keuangan Sri mulyani Indrawati mengungkapkan, sektor pertambangan dan jasa keuangan belum mengalami pemulihan. Sedangkan sisanya, menunjukan proses perbaikan ekonomi atau pembalikan arah (turning poin).

"Kita lihat dua sektor yang masih mengalami pelemahan adalah pertambangan yang harga-harga komoditas masih belum pulih. Dan jasa keuangan yang juga menujukan adanya penurunan. Nanti pak guburner (BI) atau OJK bisa menyampaikan mengenai sektor tersebut," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Jakarta, Kamis (12/11/2020)

 Baca juga: Lawan Covid-19, Menkeu Perkuat Kemitraan dengan Australia

Sementara, lanjut Sri, sektor yang sedang dalam proses perbaikan akibat pandemi seperti industri manufaktur yang mengalami kontraksi minus 6,2% dan sekarang sudah mulai membaik di minus 4,3%.

Kemudian ada Transportasi yang minus 30,8% sekarang sudah di minus 16,7%. Demikian juga dengan sektor kontruksi, makanan dan minuman serta akomodasi.

 Baca juga: Gubernur BI: Digitalisasi Jadi Sumber Ekonomi RI

"Jadi semua sektor sedang terjadi pembalikan," Jelasnya.

Sedangkan, sektor yang tumbuh selama Pandemi hanya ada tiga sektor usaha. Diantaranya pertanian, informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan.

Untuk sektor pertanian, di kuartal II dan kuartal III tumbuh positif, dengan pertumbuhan yang sama di masing-masing kuartal yaitu sebesar 2,2%. Sedangkan sektor informasi dan komunikasi, kuartal II tumbuh 10,8% dan kuartal III 10,6%.

"Jasa kesehatan yang melonjak tinggi kuartal II 3,7% positif dan kuartal III melonjak 15,3%," Ungkapnya

(Fakhri Rezy)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement