Indonesia Resesi, Industri Pengolahan Nonmigas Minus 5,74%

Giri Hartomo, Jurnalis · Kamis 12 November 2020 16:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 320 2308590 indonesia-resesi-industri-pengolahan-nonmigas-minus-5-74-uIoPoAyB0a.jpg Ekonomi Lesu (Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi virus corona (Covid-19) mempengaruhi seluruh aspek perekonomian. Tak terkecuali juga sektor industri yang menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian Yulia Astuti mengatakan pandemi virus corona membuat kinerja industri melambat. Khususnya industri pengolahan non migas yang pada kuartal II-2020 lalu saja masih mengalami minus 5,74%.

 Baca juga: Stigma Corona yang Bikin Parno Warga, dari Dikucilkan hingga Takut Sakit

"Pada triwulan II-2020 industri pengolahan nonmigas mengalami kontraksi sebagai dampak pandemi covid-19 yaitu tumbuh minus 5,74%," ujarnya saat membacakan keynote speech dari Menteri Perindustrian Agus Gumiwang dalam sebuah diskusi virtual, Kamis (12/11/2020).

Terdampaknya industri pengolahan nonmigas sangat terasa kepada ekonomi secara keseluruhan. Sebab, industri pengolahan nonmigas berkontribusi cukup besar bagi perekonomian Indonesia.

 Baca juga: Sri Mulyani: Ada 2 Sektor Masih Alami Pelemahan, Sisanya Proses Perbaikan

"Industri pengolahan non migas masih menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi dengan kontribusi terhadap PDB 17,83% terbesar dari sektor lainnya," ucapnya.

Dari sisi kinerja perdagangan lanjut Yulia, ekspor sektor industri sebenarnya tidak terlalu buruk. Karena selama periode Januari hingga September, nilai ekspor Indonesia dari sektor industri mencapai USD94,36 miliar.

 Baca juga: Gubernur BI: Digitalisasi Jadi Sumber Ekonomi RI

Adapun tiga penyumbang terbesar ekspor sektor industri adalah makanan dan minuman dan industri logam dasar. Selain itu industri bahan kimia dasar dari bahan kimia juga menjadi salah satu penyumbang terbesar ekspor.

"Nilai ekspor sektor industri Januari-September adalah USD94,36 miliar dan menghasilkan neraca surplus USD8,8 miliar," ucapnya.

Sementara dari sisi investasi, sektor industri mengalami kenaikan 37% dibandingkan periode sebelumnya. Di mana selama Januari hingga September total investasi yang masuk yang berasal dari sektor industri adalah Rp201,9 triliun.

"Investasi dari sektor industri pada Januari sampai September 2020 adalah sebesar 201,9 triliun naik 37% dibandingkan periode sebelumnya 147,3 triliun," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini