Penerbangan Internasional ke Bali Dibuka 1 Desember, Kemenhub: Masih Rapat

Giri Hartomo, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 16:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2309143 penerbangan-internasional-ke-bali-dibuka-1-desember-kemenhub-masih-rapat-al9YDrkq0w.jpg Penerbangan Internasional ke Bali Kabarnya Dibuka 1 Desember. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Info penerbangan internasional dari dan menuju Bali akan kembali dibuka pada 1 Desember 2020. Wacana tersebut pertama kali dihembuskan Pemerintah Provinsi Bali.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengaku, belum mendengar kabar tersebut. Sebab saat ini masih membahas dengan beberapa stakeholder penerbangan.

Baca Juga: Emirates Group Rugi USD3,8 Miliar di Semester I-2020

Novie berjanji jika ada kabar akan segera memberikan info terbaru. “Saya belum dengar beritanya. Masih pada rapat ini,” ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (13/11/2020).

Saat ditanya mengenai kemungkinan dibuka kembali rute internasional ke Bali, Novie pun enggan menjawabnya. Mantan Direktur Utama Airnav itu berspekulasi jika belum ada keputusan pasti.

“Wah ini saya enggak berani spekulasi. Nanti lagi pada rapat kalau sudah ada hasilnya saya info,” jelasnya.

Baca Juga: Daftar 27 Rute Penerbangan yang Delay Imbas Kepulangan Habib Rizieq

Sebelumnya, pemerintah berencana membuka kembali rute penerbangan internasional dari dan ke Bali mulai 1 Desember 2020 mendatang. Langkah itu untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali yang sudah beberapa bulan terpuruk akibat dampak pandemi.

Rencana pembukaan penerbangan internasional dari dan ke Bali muncul menyusul beredarnya resume dari Kementerian Kesehatan akhir pekan lalu. Dalam resume disebutkan, wisatawan asing yang tiba di Bali akan menjalani swab test/PCR dan ditampung di sebuah hotel terlebih dahulu.

Hasil swab test/PCR akan keluar dalam 3-4 jam dan dikirimkan ke hotel. jika hasil swab test menyatakan positif, maka penumpang akan diisolasi oleh pemerintah dengan biaya ditanggung oleh penumpang sendiri.

Terminal kedatangan Bandara Ngurah Rai akan dikondisikan senyaman mungkin dengan menghilangkan suasana kaku, birokratis dan menegangkan dengan meniadakan penjagaan aparat Polri atau TNI.

Kemudian guna menghindari antrean panjang penumpang saat di kedatangan, akan diberlakukan sistem digitalisasi dengan QR-Code, sehingga penumpang bisa langsung ke hotel tempat penampungan sementara.

Hal itu guna memunculkan kesan bahwa Bali adalah tempat yang sejuk, menyenangkan dan siap menyambut kedatangan wisatawan asing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini