"Defisitnya berasal dari produk-produk yang memang dibutuhkan seperti gandum. Gandum dari Australia kita proses sehingga mendapatkan nilai tambah. Namun ekspor hasil olahan gandum kita belum banyak ke Australia," tuturnya.
Pada periode Januari sampai September 2020, Kemendag mencatat ekspor Indonesia ke Australia tercatat sebesar USD1,81 miliar atau meningkat 3,23% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD1,75 miliar. Komoditas ekspor utama Indonesia ke Australia diantaranya logam, kayu, alat penerima televisi, pupuk.
Sedangkan impor Indonesia dari Australia pada Januari sampai September 2020 tercatat sebesar USD3,36 miliar, turun 17,10% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD4,05 miliar. Impor utama Australia dari Indonesia di antaranya minyak bumi, batu bara, ternak, bijih besi, serta konsentrat gandum dan meslin.
(Feby Novalius)