Menaker Ida: Jangan Terbujuk Rayuan Manis Calo

Michelle Natalia, Jurnalis · Jum'at 13 November 2020 18:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 320 2309224 menaker-ida-jangan-terbujuk-rayuan-manis-calo-J2FnCmXci4.jpg Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziah (Foto: Dokumentasi Kemenaker)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah melakukan temu inspiratif dalam rangka penguatan program Desa Migran Produktif (Desmigratif) yang di selenggarakan di Desa Buraen Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Jumat (13/11/2020).

Baca Juga: 5 Fakta di Balik Kartu Prakerja Gelombang 11

Dalam kunjungannya ini, Ida mensosialisasikan pentingnya menguasai kompetensi kerja bagi calon Pekerja Migran Indonesia sebelum bekerja ke luar negeri dan jangan mudah tertipu dengan rayuan calo.

Ida mengingatkan para pekerja migran agar persiapkanlah diri dengan kompetensi dan dokumen lengkap sesuai yang dipersyaratkan. Cari informasi sebanyak-banyaknya, baik itu melalui pusat layanan migrasi Desmigratif di kantor desa, ataupun melalui Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) atau Dinas Tenaga Kerja.

 

"Jangan mudah terbujuk rayu yang manis dan sesaat, namun mendatangkan risiko tinggi. Jika kita sayang anggota keluarga kita, anak kita, tetangga kita, mari kita saling mengingatkan satu sama lain, agar menempuh jalur prosedural, demi keamanan dan kenyamanan bekerja, sehingga maksud dan tujuan bekerja ke luar negeri dapat terpenuhi, yaitu ‘Pergi Aman Pulang Mapan’", kata Ida.

Lebih lanjut, Ida menambahkan Kabupaten Kupang menjadi penerima Program Desmigratif pada tahun 2017 dan 2018 di 4 desa, yaitu Desa Buraen, Desa Camplong II, Desa Merbaun, dan Desa Oeletsala. Desa Buraen adalah penerima program pada tahun 2017.

Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat pemerintah Jepang membuka peluang besar bagi Warga Negara Indonesia untuk bekerja di negaranya. Hal itu disampaikan otoritas setempat usai pertemuan 18th Senior Labour Officials Meeting Plus Three (SLOM+3) yang digelar secara virtual.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan Anwar Sanusi mengatakan, tak hanya Jepang, dua negara mitra ASEAN seperti China dan Korea Selatan membuka diri di sektor Ketenagakerjaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini