Pendidikan Jadi Kunci Bereskan Kesetaraan Gender di Dunia Kerja

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 18 November 2020 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 320 2311902 pendidikan-jadi-kunci-bereskan-kesetaraan-gender-di-dunia-kerja-n0C0gzqqKP.png PR Kesetaraan Gender di Dunia Kerja Indonesia. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkap fakta bahwa Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait kesetaraan gender, khususnya dunia kerja. Problem ini memang berakar dari budaya patriarkis yang kental di Indonesia.

"Lingkungan kerja di Indonesia menempatkan perempuan sebagai minoritas dan membayar mereka dengan upah yang lebih rendah daripada laki-laki," ujar Sri dalam webinar UN Women Asia Pacific Women Empowerment Principles (WEPs) Awards Ceremony in Indonesia di Jakarta, Rabu (18/11/2020).

Baca Juga: Sri Mulyani Sedih Banyak Wanita Kehilangan Pekerjaan Selama Covid-19

Dia menyebutkan, kesetaraan gender dan inklusivitas adalah aspek yang sangat penting. Jika tidak segera menyelesaikan masalah gender gap, ekonomi dunia akan berkurang USD12 triliun setiap tahunnya.

"Jika berkaca pada Jepang dan negara-negara serupa, mereka mulai memandang bahwa eksklusivitas ternyata membuat ekonomi mereka stagnan. Ekslusivitas menurut saya tidak baik, secara moral itu salah, dan demikian di mata ekonomi, sementara inklusivitas selalu baik," ungkap Sri.

Baca Juga: Menaker Ida: Jangan Terbujuk Rayuan Manis Calo

Dia menyampaikan, hal ini misalnya bisa dicontohkan dengan mendorong praktik women empowerment kepada para pekerja perempuan yang juga mencakup ibu rumah tangga.

"Dengan memberikan benefit tersebut, tentunya anak perempuan dari ibu itu akan melihat dan termotivasi," tambah Sri.

Maka dari itu, lanjut dia, kunci dari women empowerment adalah pendidikan. Partisipasi kelompok perempuan dalam pendidikan saja tidak cukup, karena belum tentu mereka mengejar jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Dari survei terbukti bahwa wanita terdidik lebih sehat, dan bisa mendidik anak-anaknya dengan lebih baik. Dan untuk kesetaraan gender, penting sekali untuk ditanamkan pemahamannya sejak dini," ucapnya.

Sri merasa bahwa Indonesia juga perlu banyak berinvestasi di bidang pendidikan, menanamkan value empowerment sejak usia kecil.

"Jangan dihalangi perempuan bisa main mobil, laki-laki bisa masak-masakan. Jangan dikavling, berikan mereka pilihan sehingga mereka gender neutral. Sehingga saat mereka tumbuh, mereka memandang sesama maupun orang lain yang berbeda gender dengan equal opportunity dan capability," tandasnya.

Sebagai Menkeu, Sri mengatakan bahwa dirinya juga mempromosikan kesetaraan gender di lingkup pemerintah.

"Kami memprioritaskan itu untuk kebijakan, budget atau alat fiskal penting. Kemenkeu mengenalkan gender responsive budgeting untuk track budgetnya, apalah menyediakan support untuk kesetaraan gender atau tidak. Ini bentuk akuntabilitas instrumen kami," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini