Meski Resesi, Bos OJK: Kalau Kata Orang Jawa Ada Untungnnya

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 12:16 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312250 meski-resesi-bos-ojk-kalau-kata-orang-jawa-ada-untungnnya-EfQFw6Oupg.jpg Ketua OJK Wimboh Santoso. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 mengubah tatanan dan gaya hidup masyarakat di dunia, termasuk di Indonesia. Bahkan ekonomi Indonesia saat ini mengalami resesi. Meski demikian, ada sisi positif dari pandemi virus corona ini. 

Ketua OJK Wimboh Santoso mengakui,Covid-19 membuat sebagaian besar tidak bisa piknik dan tidak bisa makan di restoran. Hal ini dikarenakan adanya pembatasan sosial berskala besar.

Baca Juga: Ekonomi RI Dihantui Resesi Berkepanjangan meski Neraca Dagang Surplus

"Adanya Covid-19 ini, kita enggak bisa makan di restoran, kita enggak bisa piknik dan enggak bisa tidur mewah, yang mana ini kebutuhan sekunder yang terdampak," ujar Wimboh dalam video virtual, Kamis (19/11/2020).

Kata dia, Indonesia masih beruntung walaupun ekonominya sudah terdampak akibat Covid-19. Hal ini dikarenakan Indonesia masih ditopang sektor domestik dibandingkan luar negeri.

Baca Juga: Pasca-Resesi Massal, Pemulihan Ekonomi Mulai Terlihat

 "Indonesia kalau kata orang Jawa itu ada untungnya Indonesia itu island country dan ekonomi kita didukung pertumbuhan ekonomi domestik. Ada ekspor dan impor enggak terlalu besar dibandingkan negara lainnya yang cukup berpengaruh," katanya.

Saat ini, pemulihan ekonomi Indonesia bajal pulih cepat. Hal ini jika ditopang dengan peranan UMKM yang mana masih mencatatkan pertumbuhan positif.

"Dampak ekonomi Indonesia ini sangat light ke depan recoverynya akan cepat," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berada di jalur positif. Di mana pada kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi terkontraksi 3,49% atau lebih baik dibandingkan ekonomi kuartal II sebesar minus 5,32%.

Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan ekonomi semakin baik hingga akhir tahun atau kuartal IV-2020. Di mana diproyeksikan pertumbuhan ekonomi minus 1,6% sampai 0,6%.

"Tren positif melewati minus 5,32% di kuartal II. Jadi positif ini akan sampai kuartal IV minus 1,6 % atau 0,6%," ujarnya.

Pemerintah menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi berada di jalur positif. Di mana pada kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi terkontraksi 3,49% atau lebih baik dibandingkan ekonomi kuartal II sebesar minus 5,32%.

Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis pertumbuhan ekonomi semakin baik hingga akhir tahun atau kuartal IV-2020. Di mana diproyeksikan pertumbuhan ekonomi minus 1,6% sampai 0,6%.

"Tren positif melewati minus 5,32% di kuartal II. Jadi positif ini akan sampai kuartal IV minus 1,6 % atau 0,6%," ujarnya, 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini