Ekonomi RI Dihantui Resesi Berkepanjangan meski Neraca Dagang Surplus

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 16 November 2020 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 320 2310381 ekonomi-ri-dihantui-resesi-berkepanjangan-meski-neraca-dagang-surplus-SaLidYt83t.jpg Ekonomi RI Diprediksi Minus hingga Akhir Tahun. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Neraca perdagangan Oktober surplus USD3,61 miliar dari bulan sebelumnya surplus USD2,39 miliar. Walaupun suprlus, Indonesia masih mengalami pertumbuhan negatif pada kuartal IV..

"Oleh sebab itu, dengan beberapa high frequency data pada awal kuartal IV-2020 ini, termasuk data neraca perdagangan yang mengalami surplus besar, terdapat indikasi awal bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2020 masih mengalami laju tahunan yang negatif," kata Ekonom Bank Permata Josua Pardede, di Jakarta, Senin (16/11/2020).

Baca Juga: Penyumbang Ekspor USD14,39 Miliar, dari Industri Pengolahan hingga Tambang

Kata dia, peningkatan surplus perdagangan Oktober dipengaruhi oleh laju bulanan impor yang terkontraksi 6,8% month of month (mom). Sementara laju bulanan ekspor yang cenderung meningkat 3,1% (MoM).

Sementara neraca perdagangan non-migas tercatat surplus USD4,1miliar, yang merupkan surplus tertinggi sejak 2008, di mana ekspor non-migas menunjukkan tren peningkatan sejalan dengan pemulihan ekonomi dari negara tujuan ekspor seperti EuroZone, AS, Jepang, Tiongkok, India dan global yang terkonfirmasi oleh tren peningkatan aktivitas manufakturnya.

Baca Juga: Iya Neraca Dagang Surplus tapi Masih Banyak Pabrik Tutup

"Volume ekspor non-migas pada bulan Oktober tercatat naik 8,8% mtm meskipun masih membukukan laju pertumbuhan tahunan yang negatif. Pemulihan ekonomi global tersebut juga turut mendorong kenaikan permintaan komoditas sedemikian sehingga mendorong kenaikan harga komoditas seperti CPO yang naik sekitar 15,4%ytd, harga karet alam naik 8,7%ytd dan harga nikel naik 13,3%ytd," katanya.

Selain itu, impor non-migas belum menunjukkan tren perbaikan yang mengindikasikan kebutuhan impor terutama impor bahan baku masih cenderung rendah mempertimbangkan kondisi kapasitas produksi yang belum pulih sejak pandemi Covid-19.

Hal tersebut terindikasi dari aktivitas manufaktur Indonesia bulan Oktober yang masih tercatat dalam fase kontraktif (50). Volume impor non-migas pada bulan Oktober tercatat turun 5,9% MoM. Kapasitas produksi yang belum mengindikasikan perbaikan yang signfikan tersebut, merefleksikan sisi permintaan perekonomian yang masih lemah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan neraca perdagangan Indonesia pada Oktober 2020 mengalami surplus sebesar USD3,61 miliar di tengah Indonesia resesi. Angka kni mengalami kenaikan jika dibandingkan suruplus bulan lalu karena hanya USD2,39 miliar.

Ini merupakan surplus enam kali neraca dagang Indonesia pada tahun ini. Ini memperpanjang rentetan surplus setelah pada September sudah mencatatkan lima kali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini