Bicara Ketahanan Pangan, Erick Thohir Libatkan Petani

Fadel Prayoga, Jurnalis · Kamis 19 November 2020 17:07 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 320 2312529 bicara-ketahanan-pangan-erick-thohir-libatkan-petani-u5GaDi6L1y.jpg Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana kerja untuk 100 tahun Indonesia merdeka. Rencana kerja tersebut bertujuan mencapai ketahanan energi, ketahan pangan dan Kesehatan.

Untuk mencapai ketahanan pangan terpenting adalah keberlanjutan (sustainability). “Bukan hanya terjangkau (affordability) harganya, tetapi produksi pangan harus berkelanjutan,” ujar Erick dalam Jakarta Food Security Summit (JFSS), Kamis (18/11/2020).

Baca Juga: Tebar Bibit dan Pupuk Kini Pakai Drone

Menurut Erick, untuk mencapai ketahanan pangan perlu juga membangun ekosistem usaha yang sehat untuk semua pelaku ekonomi, termasuk petani. Kosep inti-plasma yang suskes di masa lalu perlu dipertahankan dan diperbaharui.

Konsep inti-plasma ini juga bisa membantu penyerapan tenaga kerja, selain juga membantu petani untuk meningkatkan kesejahteraannya.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri menciptakan lapangan kerja. Harus dibantu, salah satu caranya di sektor pangan melalui skema Inti dan Plasma,” ujarnya.

Baca Juga: Sektor Pertanian Bisa Menolong Indonesia dari Resesi

Erick mengatakan, BUMN juga akan berperan dalam mencapai ketahanan pangan melalui pembentukan klaster BUMN pangan. Klaster BUMN ini bertujuan untuk mengembangkan industri pangan nasional, baik untuk pemenuhan pasar domestik, substitusi impor, peningkatan ekspor serta meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak.

Klaster BUMN Pangan ini akan mensinergikan dan mengoptimalisasikan value chain dari hulu ke hilir. Klaster pangan ini akan mengelola sejumla komoditas seperti beras, jagung, gula, ayam, sapi, kambing, ikan, cabai bawah merah, dan garam.

“PT RNI akan menjadi holding-nya,” ujarnya.

Kadin Dorong Kerjasama PPP di Sektor Pertanian

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional melalui skema public private partnership (PPP) atau kerjasama pemerintah dengan badan usaha. Langkah ini menjadi kunci mempercepat investasi, salah satunya di sektor pertanian dan pangan.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi Lukman mengatakan, mengatakan, Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja bisa diperkuat dengan upaya kemitraan pelaku ekonomi melalui skema PPP. Apalagi saat ini, industri makanan dan minuman kekurangan bahan baku.

“Sinergi itu penting agar “Indonesian Dream” value creations for the next 1 trillion dollars bisa tercapai,” ujar Adhi,

Adhi melanjutkan, upaya lainnya untuk memperkuat sektor pertanian dan mencapai ketahanan pangan adalah dengan menerapkan sistem inclusive closed loop dan ekosistem berusaha. Sistem tersebut adalah sebuah skema kemitraan antar-stakeholder terkait yang saling menguntungkan dari hulu sampai ke hilir.

Dalam sistem inclusive closed loop, ada empat unsur utama, yaitu pertama, petani mendapat akses untuk membeli bibit dan pupuk yang benar, kedua, pendampingan kepada petani untuk menerapkan good agriculture

practice. Ketiga, kemudahan akses pemberian kredit dari lembaga keuangan, keempat jaminan pembelian hasil petani oleh perusahaan pembina (off taker).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini