Cartridge Rokok Elektrik Kena Cukai, Ini Aturannya

Kurniasih Miftakhul Jannah, Jurnalis · Sabtu 21 November 2020 07:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 320 2313227 cartridge-rokok-elektrik-kena-cukai-ini-aturannya-lB3v42oQ5x.jpeg Grafik Ekonomi (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menetapkan rokok elektrik berupa cairan dan alat pemanas dalam satu kesatuan (cartridge) sebagai bagian dari Hasil Pengolahan Tembakau Lainnya (HPTL). Dengan demikian cartridge masuk dalam Barang Kena Cukai (BKC).

Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Syarif Hidayat menjelaskan hal itu ditetapkan melalui implementasi Peraturan Menteri Keuangan No.176/PMK.04/2020 tentang Perdagangan BKC yang Pelunasan Cukainya Dengan Cara Pelekatan Pita Cukai atau Pembubuhan Tanda Pelunasan Cukai Lainnya. PMK ini merupakan perubahan dari peraturan sebelumnya yaitu PMK Nomor 67/PMK.04/2018.

Baca Juga: Sri Mulyani Kekeuh Naikkan Cukai Rokok meski Dihadang Penolakan

Dalam PMK ini dijelaskan bahwa HPTL adalah hasil tembakau yang dibuat dari daun tembakau selain sigaret, cerutu, rokok daun, dan tembakau iris, yang dibuat mengikuti perkembangan teknologi dan selera konsumen, meliputi ekstrak dan esens tembakau, tembakau hirup (snuff tabacco), atau tembakau kunyah (chewing tobacco).

Ekstrak dan Esens Tembakau disediakan untuk konsumen dalam kemasan penjualan eceran, yang dikonsumsi dengan cara dipanaskan menggunakan alat pemanas elektrik kemudian diihisap, antara lain cairan yang menjadi bahan pengisi vape, produk tembakau yang dipanaskan secara elektrik (electrically heated tobacco product), kapsul tembakau (tobacco capsule), atau cairan dan pemanas dalam satu kesatuan (cartridge).

Baca Selengkapnya: Sah, Cartridge Rokok Elektrik Kena Cukai

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini