Cara Pulihkan dan Bangkitkan Ekonomi Pasca-Pandemi

Fadel Prayoga, Jurnalis · Minggu 22 November 2020 20:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 320 2314060 cara-pulihkan-dan-bangkitkan-ekonomi-pasca-pandemi-rG7ZBuUYvG.jpg Indonesia Alami Resesi. (Foto: Okezone.com/Freepik)

JAKARTA - Kerjasama perdagangan mesti ditingkatkan karena salah satu bisa mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Salah satu kerjasama yang bisa ditingkatkan antara Indonesia dengan Mesin.

Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sandiaga Uno mengatakan, kerjasama perdagangan dan investasi yang selama ini terjalin antara Indonesisa dan Mesir telah dilakukan. Hanya saja kerjasama kedua negara masih belum maksimal.

Baca Juga: Ekonomi RI Kuartal IV-2020 Diramal Minus 1%

"Potensi persahabatan dua negara ini sudah di mulai dari era Presiden Gamal Abdel Nasser dan Presiden Soekarno, namun dari jumlah total perdagangan dan investasi di Mesir, Indonesia belum mampu menembus posisi sebagai mitra dagang utama dan sebaliknya seperti itu," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Minggu (22/11/2020).

Menurut dia, apabila dilihat dengan ekonomi yang terus bertumbuh dengan pasar yang sangat besar, Mesir juga mengundang Indonesia untuk meningkatkan perdagangannya.

Baca Juga: Masih Banyak Pabrik Tutup, Ekonomi RI Perlu Diperbaiki

"Kesepakatannya adalah meningkatkan jumlah perdagangan tiga kali lipat, jumlah eksport dari Indonesia ke Mesir dalam konsep win win solution yang di harapkan akan meningkatkan investasi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ujarnya.

Dia menilai untuk memulihkan dan membangkitkan ekonomi pasca pandemi ada tiga sektor utama yang sebaiknya menjadi fokus.

"Sektor-sektor yang padat karya, yang membuka lapangan kerja seperti industri kelapa sawit dan turunannya. UMKM utamanya yang berkaitan dengan ekonomi kreatif, film, dan juga pariwisata. Ketiga adalah mengenai perkembangan industrial estate baik di Indonesia yang saat ini sedang berkembang di batang, Jawa Tengah dan industri estate. Dengan konsep ini bisa kita sebutkan sebagai B to B, port to port, UKM to UKM, dan people to people," ujarnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini