Penghambat Pencairan BLT Subsidi Gaji, Rekening Dibekukan

Michelle Natalia, Jurnalis · Rabu 25 November 2020 21:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 320 2316218 penghambat-pencairan-blt-subsidi-gaji-rekening-dibekukan-PgTmXM94o8.jpg Rupiah (Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengungkapkan alasan bantuan Langsung Tunai (BLT) subsdi gaji belum cair di beberapa bank swasta. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan kendala pertama yaitu proses penyaluran subsidi upah kendala utamanya adalah status rekening dan data penerima bantuan.

"Yang pertama ada rekening penerima bantuan bermasalah, rekeningnya terduplikasi, rekening sudah tutup, tidak valid, pasif, atau dibekukan, atau nomore rekening tidak sesuai dengan yang didata" jelas Ida secara virtual, Rabu (25/11/2020).

 Baca juga: BLT Subsidi Gaji Gelombang 2 Masuk ke Rekening 5,9 Juta Pekerja

Kata dia, data penerima bantuan yang merupakan BPS Ketenagakerjaan ternyata tidak lengkap. Adapun, pihak Kementerian Ketenagakerhaan melakukan pemadanan data dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait data peneriman program subsidi upah.

"Jadi sempat membuat proses penyaluran bantuan subsidi upah tidak sesuai dengan jadwal," bebernya.

 Baca juga: BLT Subsidi Gaji Gelombang 2 Masuk ke Rekening 5,9 Juta Pekerja

Saat ini, Kementerian menargetkan akan memberikan BSU kepada 15,7 juta pekerja yang berpendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan, tapi sampai akhir pada September 2020 BPJS Ketenagakerjaan hanya menerima 14,8 juta data.

Dari jumlah tersebut 2,4 juta data tidak lolos verifikasi karena tidak memenuhi syarat penerima subsidi upah.

Dengan demikian, total penerima bantuan pada penyaluran tahap II hanya sebesar 12,4 juta penerima. Dari total rencana anggaran yang sebesar Rp37,7 triliun, yang akan direalisasi hanya Rp29,7 triliun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini