Indonesia Punya 59.418 Tenaga Ahli Halal, Apa Tugasnya?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 26 November 2020 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 320 2316838 indonesia-punya-59-418-tenaga-ahli-halal-apa-tugasnya-1CDRj8qsDl.jpg Ekonomi Syariah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Indonesia terus menggenjot ekonomi halal. Pemerintah terus mendorong pengusaha mengembangkan produk halal.

Adapun, kerja sama Indonesia-Malaysia-Thailand (IMT-GT) berhasil mencetak ribuan Usaha Kecil Menengah (UKM) Halal berorientasi ekspor.

Baca Juga: Bicara Ekonomi Islam Dunia, Wapres: Harus Kita Manfaatkan

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan hingga akhir Oktober 2020, IMT-GT berhasil mencetak sebanyak 4.054 UKM Halal berorientasi ekspor. Jumlah ini melampaui target yang ditetapkan sebelumnya yaitu 3.000 UKM pada 2021, sehingga targetnya dinaikkan menjadi 7.000 UKM pada akhir 2021.

Tidak hanya jumlah UKM, jumlah Tenaga Ahli Halal juga telah melampaui target yang telah ditetapkan.

"Jumlah Tenaga Ahli Halal mencapai 59.418 tenaga ahli, angka tersebut jauh melampaui target sebesar 30.000 tenaga ahli," kata Agus di Jakarta, Kamis (27/11/2020).

Kata dia, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan krisis dunia yang sangat besar.

"Semua negara menghadapi pertumbuhan yang negatif dan mengakibatkan jutaan orang beresiko kehilangan pekerjaan,” bebernya.

Memasuki akhir periode Cetak Biru 2017-2021, IMT-GT perlu melakukan refleksi terhadap Visi 2036. Menteri Perdagangan menekankan bahwa IMT-GT harus benar-benar dapat mengidentifikasi strategi sektor dengan target terukur dan jelas.

Dia juga mengingatkan agar tetap memperhatikan permasalahan yang terjadi saat ini seperti kesehatan global, revolusi industri, ketahanan pangan dan energi, kualitas sumber daya manusia serta sumber daya yang berkelanjutan.

Indonesia mencatat beberapa poin penting yaitu; Pertanian yang merupakan salah satu sektor utama perlu diperkuat dalam menghadapi dampak global seperti pandemi Covid-19 dimasa mendatang.

“Sektor pertanian perlu memiliki proyek skala ekonomi yang efisien untuk memudahkan petani mengakses keuangan, informasi, teknologi dan pemasaran. Disamping itu, IMT-GT harus fokus pada beberapa komoditas prioritas dan mengembangkan jaringan dengan membentuk korporasi petani,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini