Erick Thohir: 66% Rakyat Indonesia Mau Disuntik Vaksin Covid-19

Ferdi Rantung, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 17:48 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319715 erick-thohir-66-rakyat-indonesia-mau-disuntik-vaksin-covid-19-LqSkbbCkuZ.jpg Vaksin Merah Putih Bisa Diproduksi 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan bahwa ada masyarakat yang tidak mau melakukan vaksin Covid-19. Sebanyak 16% masyarakat tidak ingin di vaksin, sedangkan 66% mau di vaksin Covid-19.

"Data survei 66% rakyat Indonesia percaya vaksin ada. 16% enggak mau di vaksin. Tapi, kita enggak mau paksakan," kata Erick dalam video virtual, Selasa (1/12/2020).

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Gratis Bakal Dapat Barcode

Kata dia, harapkan vaksin ini bisa menekan penularan dan angka kematian pemerintah memilih vaksin Sinovac sudah standar WHO.

"Kita beli sesuai standar WHO yang sudah melalui uji klinis kita terbuka dengan MUI dan BPOM karena keamanan rakyat Indonesia adalah utama," tandansya.

Sebagai informasi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). memastikan baru ada satu vaksin Covid-19 yang masuk ke Indonesia dan akan segera memperoleh izin emergency use of authorization atau EUA, yaitu vaksin Sinovac. Sinovac adalah vaksin produksi Sinovac Biotech asal Cina yang bekerja sama dengan PT Bio Farma (Persero).

Baca Juga: Erick Thohir Ketuk Pintu Hati Orang Kaya Bayar Sendiri Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19 Sinovac sedang melalui uji coba tahap ketiga yang berlangsung sejak Agustus 2020. Sebanyak 1.620 relawan telah melalui uji klinis dan menerima suntikan pertama vaksin. Sedangkan 1.603 relawan di antaranya sudah menerima suntikan kedua.

Menyusul Sinovac, terdapat sejumlah produk vaksin yang akan melalui uji klinis di Indonesia. Produk vaksin tersebut adalah Pfizer, Sputnik, dan Astrazeneca. BPOM telah berkomunikasi dengan produsen vaksin untuk penggunaan produk tersebut sebagai bahan pengujian.

Sebelumnya, Erick Thohir akan menerapkan sistem barcode pada vaksinasi covid-19. Bagi masyarakat yang sudah mendapat vaksin gratis akan ditandai dengan barcode, ibarat tinta jari pada orang yang ikut pemilu.

Masyarakat yang sudah divaksin gratis akan diberikan kode barcode sebagai tanda bukti. Dengan begitu, masyarakat tidak akan mengalami double vaksin.

"Sama juga dalam memproduksi dari awal dan akhir kita ada barcodenya sapa yang bakal disuntik," kata Erick.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini