Pendaftaran Vaksin Covid-19 Mandiri Tunggu Menkes, Begini Caranya

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 01 Desember 2020 19:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 01 320 2319798 pendaftaran-vaksin-covid-19-mandiri-tunggu-menkes-begini-caranya-P7tJKDTuCX.jpg Pendaftaran Vaksin Covid-19 Mandiri Segera Dibuka. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diberi tugas untuk mendistribusikan vaksin Covid-19 kategori mandiri. Dalam pelaksanaannya, Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan pendaftaran vaksin Covid-19 mandiri menunggu izin Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Pemerintah menunjuk PT Telekomunikasi Indonesia dan PT Bio Farma untuk melakukan pendataan masyarakat yang ingin melakukan vaksin Covid-19 secara mandiri.

Baca Juga: Erick Thohir: 66% Rakyat Indonesia Mau Disuntik Vaksin Covid-19

"Untuk pendaftaran kita sedang menunggu keputusan Kementerian Kesehatan kapan dibuka. Tetapi tadi disampaikan pendaftaran mandiri kita butom up perusahaan individu bisa dapatkan dari sekarang," ujar Erick dalam video virtual, Selasa (1/12/2020).

Kata dia, untuk pendaftaran vaksin mandiri nanti ada tiga cara. Dia ntaranya melalui aplikasi maupun website. Nantinya akan bekerjasama dengan TNI dan Polri untuk distribusi vaksin Covid-19.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Gratis Bakal Dapat Barcode

"Bisa lewat aplikasi bisa website. Kita bekerja sama dengan TNI dan Polri," bebernya.

Dia menambahkan Vaksinasi tahap awal akan diberikan kepada mereka yang berada di rentang usia 18 tahun sampai 59 tahun. Namun, hasil riset terus berkembang dan bukan tidak mungkin mereka yang berusia di atas 59 tahun bisa divaksin.

"Jangan kaget usia di atas 59 juga bisa divaksin. WHO kan (bilang) bisa juga ada berbagai macam vaksin," tandasnya.

Sementara itu, Erick Thohir mengatakan bahwa ada masyarakat yang tidak mau melakukan vaksin Covid-19. Sebanyak 16% masyarakat tidak ingin di vaksin, sedangkan 66% mau di vaksin Covid-19.

"Data survei 66% rakyat Indonesia percaya vaksin ada. 16% enggak mau di vaksin. Tapi, kita enggak mau paksakan," kata Erick.

Baca Juga: Vaksin Covid-19 Gratis Bakal Dapat Barcode

Kata dia, harapkan vaksin ini bisa menekan penularan dan angka kematian pemerintah memilih vaksin Sinovac sudah standar WHO.

"Kita beli sesuai standar WHO yang sudah melalui uji klinis kita terbuka dengan MUI dan BPOM karena keamanan rakyat Indonesia adalah utama," tandansya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini