Dengan adanya perpanjangan restrukturisasi kredit, Josua menyebut hal ini akan menjadi semacam memperpanjang nafas dari sektor usaha dalam upaya melakukan perbaikan, sehingga dalam periode 2021 sampai Maret 2022 diharapkan kondisi kinerja dari sektor ekonomi dari sisi produksinya maupun debitur cenderung bisa lebih baik.
"Sehingga pengelolaan cashflow semakin baik sehingga nanti pada saat Maret 2022 perbankan akan jauh lebih baik lagi memitigasi risiko kredit yang bisa dimunculkan," ucapnya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.