Vaksinasi Covid-19 di 2021 Jadi Kabar Bahagia bagi Pengusaha

Aditya Pratama, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 320 2320302 vaksinasi-covid-19-di-2021-jadi-kabar-bahagia-bagi-pengusaha-STDRUoOMEY.jpg Vaksin Corona Bisa Mempercepat Pemulihan Ekonomi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 turut memberikan dampak terhadap sektor jasa keuangan dan perbankan yang saat ini mengalami perbaikan. Kondisi sektor tersebut tetap stabil dan terjaga di tengah upaya yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dalam rangka mendorong upaya pemulihan ekonomi.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, sebagian besar sektor-sektor ekonomi dari sisi konsumsi dan investasi terpengaruh cukup signifikan dari pandemi Covid-19. OJK juga sudah mengeluarkan berbagai kebijakan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi nasional dan juga memperkuat peran jasa keuangan dan siap mengeluarkan kebijakan stimulus lainnya.

Baca Juga: Menko Luhut: Kalau Sesuai Rencana, Vaksin Covid-19 Tersedia Bulan Ini

"Meskipun kita sudah mendapatkan kabar positif bahwa perkembangan dari vaksin cukup baik dan pemerintah juga akan mulai melakukan vaksinasi di Semester I-2021 sehingga ini memberikan dampak positif bagi sektor usaha, ujar Josua dalam acara Financial Stability Review IDX Channel, Rabu (2/11/2020).

Namun, karena bervariasinya cashflow cycle dari berbagai sektor ekonomi akan mempengaruhi cepat atau lambatnya pemulihan. Ada yang kemungkinan pemulihannya cepat dan ada juga yang pemulihannya panjang.

Baca Juga: Pendaftaran Vaksin Covid-19 Mandiri Tunggu Menkes, Begini Caranya

"Sehingga kalau (restrukturisasi kredit) tidak diperpanjang artinya sampai Maret 2021 tentu beban dari sektor usaha cenderung lebih besar," katanya.

Dengan adanya perpanjangan restrukturisasi kredit, Josua menyebut hal ini akan menjadi semacam memperpanjang nafas dari sektor usaha dalam upaya melakukan perbaikan, sehingga dalam periode 2021 sampai Maret 2022 diharapkan kondisi kinerja dari sektor ekonomi dari sisi produksinya maupun debitur cenderung bisa lebih baik.

"Sehingga pengelolaan cashflow semakin baik sehingga nanti pada saat Maret 2022 perbankan akan jauh lebih baik lagi memitigasi risiko kredit yang bisa dimunculkan," ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini