Buka Jasa Konsultasi Bisnis? Siap-Siap Hadapi Ini

Reza Andrafirdaus, Jurnalis · Rabu 02 Desember 2020 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 02 455 2320349 buka-jasa-konsultasi-bisnis-siap-siap-hadapi-ini-7virU7jRtC.jpg Ilustrasi Tips Memulai Bisnis (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

BOGOR – Banyak para profesional di dunia mulai terpikirkan untuk membuka layanan konsultasi bisnis sendiri. Mereka beranggapan pendapatan yang masuk ke dalam kantongnya akan semakin banyak.

Pada kenyataannya, membuka layanan konsultasi bisnis sendiri tidak semudah yang di perkirakan. Jika tidak siap, kemungkinan bisnis yang dilakoni tersebut akan gagal. Persiapan perlu dilakukan karena banyak indikator yang menyebutkan, orang yang tidak memiliki mental baja akan tersungkur dari layanan konsultasi bisnis yang mereka buka.

Dilansir dari Entrepreneur Asia Pacific, Rabu (2/12/2020), berikut beberapa indikator hal yang akan ditemukan ketika membuka layanan konsultasi bisnis.

Baca juga: 3 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Memulai Bisnis

1. Menghadapi Orang yang Pemarah

Layanan konsultasi bisnis merupakan bisnis tatap muka yang akan mempertemukannya dengan karakter orang yang berbeda-beda. Memberikan konsultasi kepada suatu perusahaan akan dilakukan dan berhadapan dengan mereka kemudian membicarakan permasalahan yang sedang klien alami.

Beberapa orang tidak bisa menangani kliennya dengan baik dan kurang menyenangkan. Klien biasanya memosisikan dirinya setingkat lebih tinggi dari konsultannya serta memaksakan kehendaknya. namun, itu hal yang wajar.

Ketika memulai bisnis ini, perlu memahami karakter orang apakah bisa diajak bekerja sama tau tidak. Jika telah mengetahuinya, konslutasi akan dilakukan dengan mudah. Namun sebaliknya, jika menemukan orang yang kurang baik dalam hal menerima saran, bisnis ini akan menggerogoti mental dalam diri. Jika belum siap menghadapi dan menangani orang yang rewel, layanan konsultasi bisnis bukanlah jalan yang tepat.

Baca juga: Pelaku UMKM Masuk Daftar Investor Nasional di 2021

2. Pengetahuan

Seorang konsultan dipekerjakan karena luasnya pengetahuan yang dimiliki. Tegaskan pengetahuan yang dimiliki di tempat kerja. Para klien memilih menyewa seorang konsultan karena ada pengetahuan yang mereka tidak miliki.

Hal tersebut berarti, sampaikanlah pengetahuan yang dipunya dengan apa adanya dan jangan mudah menyerah. Kerahkan seluruh kemampuan untuk memberikan ilmu yang mereka bayarkan. Disetujui atau tidaknya gagasan yang disampaikan itu urusan belakangan.

Hasil dari penerapan pengetahuan yang dimiliki untuk menyelesaikan masalah klien akan membuat layanan konsultasi bisnis mendapatkan kualitas yang baik. Sebaliknya, jika memberikan pengetahuan yang setengah matang, bisnis yang dilakukan itu akan dicap dengan kualitas yang buruk.

3. Menjual Diri Sendiri

Kedengarannya memang kurang mengenakkan, tetapi maksud yang terkandung adalah hal yang positif. Ketika membuka layanan konsultasi bisnis sendiri, pelaku usaha tersebut disebut konsultan. Konsultan perlu mempromosikan diri melalui pencapaian dan kinerja yang telah dilakukan untuk mendapatkan banyak klien.

Untuk mempromosikan layanan konsultasinya, konsultan harus melakukan hal berikut.

- Berpenampilan baik, sebaik dengan pelayanan yang diberikan.

- Beri patokan harga yang besar sesuai dengan kesuksesan pencapaian.

- Jadilah orang yang bisa dipercaya

- Buktikan nilai yang sesungguhnya dengan memberikan pelayanan terbaik atas apa yang telah dijanjikan.

- Kembangkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada klien.

4. Bukan Bos

Sebuah mitos kalau membuka layanan konsultasi bisnis sendiri, pelakunya akan menjadi bos pada usahanya. Ketika menjadi konsultan, klien akan memegang kendali konsultannya. Mereka akan menagih dan menetapkan jam kerja dan target yang harus dicapai dengan tempo waktu tertentu. Klien akan membayar konsultan sesuai dengan awal kesepakatan. Maka dari itu klien adalah bos dari seorang konsultan.

5. Kemungkinan Kecewa

Membuka layanan konsultasi bisnis akan memberikan beban emosional yang tinggi. Dan itulah harga yang perlu dibayar, tetapi bukan bermaksud harga yang bisa diukur secara akurat.

Melakukan bisnis apapun, termasuk konsultasi bisnis, pasti akan melalui fase sulit. Pada fase tersebut biasanya kekecewaan yang besar pasti dirasakan. Tantangan ini perlu disikapi dengan baik untuk pelajaran dikemudian hari. Jika tidak bisa mengendalikan rasa kecewa, bisnis yang dijalani tidak akan bertahan lama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini