Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Di Tengah Pandemi, SMKL Pede Bisa Raup Rp1,68 Triliun dari Penjualan

Giri Hartomo , Jurnalis-Kamis, 03 Desember 2020 |18:42 WIB
Di Tengah Pandemi, SMKL Pede Bisa Raup Rp1,68 Triliun dari Penjualan
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)
A
A
A

JAKARTA - PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) memproyeksikan penjualan selama tahun 2020 akan mencapai Rp1,68 triliun pada akhir tahun nanti. Sebab, perseroan memperkirakan penjualan pada Semester II-2020 akan naik sedikit menjadi Rp850 miliar atau sekitar 62.000 ton dari Rp832,47 miliar 60.437 ton.

Direktur Satyamitra Kemas Lestari Heriyanto S Hidayat mengatakan pemberlakuan PSBB, menyebabkan tingkat konsumsi masyarakat menurun tajam dan pertumbuhan ekonomi anjlok. PSBB pun terus diperpanjang dan berdampak pada melambatnya kegiatan operasional perseroan dan proses produksi.

Baca Juga: Bye, Pizza Hut Akan Tutup 300 Gerai

“Masalah dan hambatan yang terjadi tersebut menyebabkan turunnya perolehan pendapatan, cahsflow pun terganggu,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (3/12/2020).

Menurut Heri, sepanjang Januari-Juni 2020, penjualan Satyamitra Kemas Lestari hanya mencapai Rp832,47 miliar 60.017 ton. Angka tersebut turun sedikit jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp918,69 miliar 60.437 ton.

 

Meskipun begitu, laba sebelum pajak Perseroan mengalami lonjakan tajam menjadi Rp20,140 miliar sepanjang periode Januari-Juni 2020. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Rp765,35 juta yang diperoleh pada periode yang sama tahun 2019.

Pada 23 September 2020, Perseroan telah menggunakan laba bersih tahun 2019 untuk pembagian dividen sebesar Rp17 miliar atau 83,58% dari total laba bersih atau Rp5 per saham. Perseroan juga menggunakan sebagian laba bersih yaitu 4,92% atau Rp1 miliar sebagai dana cadangan umum.

“Dan 11,50% dari keuntungan sisanya atau Rp2,3 miliar digunakan sebagai laba ditahan,” ucapnya

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement