Share

Bebas Pajak, Sri Mulyani Bayar Rp50 Miliar untuk 1,2 Juta Vaksin Sinovac

Rina Anggraeni, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 320 2323164 bebas-pajak-sri-mulyani-bayar-rp50-miliar-untuk-1-2-juta-vaksin-sinovac-SunwF97TJL.jpg Sri Mulyani (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggelontorkan insentif fiskal untuk pengadaan 1,2 juta vaksin Covid-19 Sinovac asal China.

Kebijakan insentif tersebut berupa pembebasan bea masuk dan juga pajak guna mempercepat pelaksanaan vaksinasi dan mendukung penanganan pandemi covid-19 di Indonesia.

Baca Juga: Tiba di Indonesia, Vaksin Sinovac Disimpan di Bio Farma Bandung 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan pemerintah memberikan fasilitas fiskal atas impor vaksin, bahan baku vaksin dan peralatan yang diperlukan dalam produksi vaksin, serta peralatan untuk pelaksanaan vaksinasi.

"Nilai pemberian fasilitas fiskal yang diperoleh dari importasi vaksin ini setara Rp50,95 miliar," ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (7/12/2020).

Kata dia, pembebasan bea masuk sebesar Rp14,56 miliar. Lalu, untuk pajak impor senilai Rp36,39 miliar. Adapun fasilitas yang diberikan melalui PMK anyar itu berupa pembebasan bea masuk dan atau cukai, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atau Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM), dan dibebaskan dari pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

"Fasilitas ini dapat diberikan kepada Pemerintah Pusat, Pemda, BPOM, Badan Hukum, atau Badan Non Badan Hukum yang mendapatkan penugasan atau penunjukan dari Kementerian Kesehatan," imbuh dia.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan berupa fasilitas prosedural untuk pengeluaran barang dengan pelayanan rush handling, dengan mengajukan permohonan dan menyampaikan dokumen pelengkap pabean serta menyerahkan jaminan.

"Kami monitoring barang vaksin di Cengkareng langsung diperiksa," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini