Digitalisasi SPBU, yang Suka 'Minum' BBM Premium Ketahuan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 07 Desember 2020 20:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 07 320 2323420 digitalisasi-spbu-yang-suka-minum-bbm-premium-ketahuan-IjDX5GEXIl.jpg SPBU (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kini di indonesia sudah menerapkan platform digitalisasi SPBU. Dengan adanya digitalisasi ini, dapat mengetahui profil dari konsumen atau pengguna Jenis BBM Tertentu (JBT).

"Dengan digitalisasi ini, Pertamina dan BPH Migas bisa melakukan profiling customer, siapa yang beli JBT, beli berapa, di mana, jumlahnya berapa kali, itu semua bisa ditelusuri," kata Direktur Pemasaran Pertamina Patra Niaga Jumali konferensi pers dasboard monitoring JBT pada digitalisasi SPBU, Senin (7/12/2020)

Dia mengaku, sebelum adanya digitalisasi Pertamina belum memiliki data akurat dalam penyaluran BBM bersubsidi di seluruh Tanah Air. Namun, dengan sistem digitalisasi ini semua bisa diketahui.

"Optimasi dari sistem ini adalah pendataan. Jadi setiap pembelian JBT dapat diketahui" terangnya

Baca Juga: Digitalisasi Nozzle di SPBU Beres Juni 2020

Adapun cara pendataan dalam digitalisasi SPBU ini dilakukan dengan mencatat nomor polisi kendaraan. Data yang tercatat meliputi nomor polisi, jumlah transaksi, jenis BBM, hingga nomor telepon pemilik kendaraan. Data ini berkerja secara real time setiap harinya.

Dengan sistem digitalisasi ini, BPH migas bisa melakukan pengawasan untuk mengetahui penyaluran pasokan BBM.

Komite Pengawas BPH Migas Lobo Balia mengatakan, program ini mengumpulkan informasi dan data penyaluran JBT sehingga dapat digunakan sebagai perangkat pengawasan oleh BPH Migas.

"Jadi program ini dapat membantu dengan melaksanakan otomatisasi pencatatan dan pelaporan dengan teknologi informasi," kata Lobo.

Pengawasan ini menjadi penting bagi BPH migas, untuk mengetahui volume Jenis BBM Tertentu. Dari data yang terverifikasi nantinya akan digunakan BPH Migas sebagi dasar dalam perhitungan pembayaran subsidi oleh Kementerian Keuangan.

Saat ini jumlah biaya subsidi JBT sebesar Rp 16 triliun untuk kuota Jenis BBM Tertentu 2020. Setiap bulannya BPH Migas harus memverifikasi dan menyetujui volume penyaluran JBT yang mencapai Rp 1,3 triliun per bulan.

"Jadi monitoring realisasi JBT dan ketahanannya kita bisa tahu. Monitoring penyaluran JBT sesuai SK BPH di mana kita tahu SPBU menyalurkan JBT lebih dari takaran, itu sudah bisa ditambahkan semuanya. Saya kira tepuk tangan Pertamina yang dibantu Telkom hardware dan softwarenya" terangnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini