Menko Airlangga Siapkan 2 Skema Dorong Kinerja Ekspor RI

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 20:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 320 2328298 menko-airlangga-siapkan-2-skema-dorong-kinerja-ekspor-ri-xAPkZTsMMo.jpg Pelabuhan (Foto: Ilustrasi Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah menyiapkan dua skema untuk mendorong kinerja ekspor Indonesi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah memprioritaskan ketahanan ekonomi nasional pasca pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto mengatakan, kedua skema itu adalah peningkatan neraca perdagangan bebas dan peningkatan devisa. Kedua hal itu dinilai mampu menjadi tonggak ketahanan ekonomi nasional.

Baca Juga: Impor Naik Imbas Harbolnas 12.12, Waspadai Neraca Dagang Akhir Tahun

"Pertama meningkatkan neraca perdagangan bebas, kedua peningkatan devisa sehingga kita memikirkan bahwa ekonomi kita resilient, dengan ekonomi resilient ini kita akan mendorong ekspor oriented," ujar Airlangga, Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Ihwal peningkatan devisa negara, pemerintah akan melakukan peningkatan nilainya sambari melakukan penghematan pengeluaran. "Pengurangan dan penghematan devisa dengan dua kegiatan itu diharapkan ekonomi kita akan meningkat," kata dia.

Baca Juga: Neraca Dagang RI 7 Kali Surplus, Apa Dampaknya?

Untuk sektor neraca perdagangan, Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis laporan terbarunya. Dalam laporan itu, BPS mencatat, neraca perdagangan Indonesia surplus USD2,61 miliar secara bulanan pada November 2020. Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan surplus Oktober lalu yang sebesar USD3,61 miliar namun lebih tinggi dari defisit USD1,33 miliar pada November 2019 lalu.

Secara total, neraca perdagangan surplus USD19,66 miliar pada Januari-November 2020. Realisasi ini lebih baik dari defisit USD3,11 miliar pada Januari-November 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, surplus neraca perdagangan terjadi karena nilai ekspor mencapai USD15,28 miliar atau naik 6,36% dari USD14,36 miliar pada Oktober 2020. Sedangkan nilai impor mencapai USD12,66 miliar atau meningkat 17,4% dari USD10,79 miliar pada bulan sebelumnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini