Menko Luhut: Kereta Cepat Bukti Modernisasi Transportasi Indonesia

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 15 Desember 2020 21:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 15 320 2328312 menko-luhut-kereta-cepat-bukti-modernisasi-transportasi-indonesia-tgkKMKjcAV.jpg Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (Foto: Dok. Kemenko Marves)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Outlet Tunnel 1 Breakthrough di Jalan Tol arah Jakarta Halim, Bekasi, Jawa Barat. Peresmian ini bertujuan untuk mendukung proyek strategis nasional bagi masyarakat Indonesia.

"Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung adalah proyek penting yang menjadi perhatian kita bersama. Proyek ini merupakan titik lain modernisasi transportasi publik di Indonesia," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/12/2020).

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat, Menko Luhut: Kita Harus Belajar dari China

Menurut Menko Luhut, proyek ini menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Di mana ini menjadi transportasi massal modern untuk memecah masalah kebutuhan mobilitas Indonesia.

"Jadi dengan adanya kereta cepat di Indonesia, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian, kesejahteraan masyarakat, dan kemajuan bangsa Indonesia," ungkap dia.

Baca Juga: Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung Selesai 2022

Hadir secara virtual, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono menyampaikan ucapan selamat atas tembusnya tunnel pertama dari 11 tunnel dalam fase kereta cepat Jakarta-Bandung.

Kemudian, di lokasi peresmian, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian menyatakan bahwa pembuatan kereta cepat ini merupakan tradisi persahabatan antara China dan Indonesia yang memanfaatkan teknologi tinggi dan mengutamakan keselamatan kerja. Di masa pandemi pun kedua pihak telah menjalin banyak kerja sama.

"Pembangunan kereta cepat ini berusaha untuk dilakukan secara aman dan presisi," ujar President Commissioner PT KCIC Ju Guojiang.

Melanjutkan, Presiden Direktur PT KCIC Chandra Dwiputra mengungkapkan bahwa progress dari proyek ini sudah terselesaikan di angka 64,4%. "Tunnel ini adalah yang terpanjang di Asia Tenggara," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini