Uni Eropa Perketat Aturan, Google hingga Facebook Hadapi Tantangan Besar

Agregasi VOA, Jurnalis · Rabu 16 Desember 2020 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 16 320 2328458 uni-eropa-perketat-aturan-google-hingga-facebook-hadapi-tantangan-besar-2f5BqKeVHI.jpg Uni Eropa Perketat Aturan Perusahaan Teknologi. (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA - Uni Eropa akan membuat raksasa teknologi menghadapi denda besar atau dilarang di pasar karena pelanggaran. Hal itu mengakibatkan tantangan besar bagi perusahaan seperti Google dan Facebook.

Uni Eropa mengungkap rancangan aturan keras itu ke perusahaan raksasa teknologi seperti Google, Amazon dan Facebook, yang kekuatannya dilihat oleh Brussels sebagai ancaman terhadap persaingan dagang dan bahkan demokrasi. Demikian dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (16/12/2020).

Baca Juga: Jangan Kaget, Bisnis di Indonesia Bakal Berbasis Teknologi 5 Tahun Lagi

Proposal penting itu muncul ketika Silicon Valley menghadapi pengawasan yang semakin meningkat di seluruh dunia, yang bisa mengguncang cara teknologi tinggi (Big Tech) melakukan bisnis yang mengancam perusahaan-perusahaan terbesar di dunia itu dengan denda atau larangan besar-besaran dari pasar Eropa.

Sumber-sumber Uni Eropa mengatakan kepada kantor berita AFP, peraturan jangka panjang itu akan membuat raksasa internet itu menghadapi denda hingga 10% dari omzet di Uni Eropa karena melanggar beberapa aturan persaingan dagang paling serius dan berisiko dilarang beroperasi.

Baca Juga: Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus USD65 Miliar pada 2022

RUU Layanan dan Pemasaran Daring (Digital Services and Markets Acts) yang menyertainya akan menetapkan persyaratan ketat untuk berbisnis di 27 negara anggota Uni Eropa, sementara pihak berwenang bertujuan mengendalikan penyebaran informasi palsu dan ujaran kebencian secara online, serta dominasi bisnis Big Tech.

Beberapa perusahaan terbesar itu, Google, Facebook, Apple, Amazon dan Microsoft, akan ditunjuk sebagai "penjaga gerbang" internet di bawah undang-undang dan harus tunduk pada peraturan khusus untuk membatasi kekuasaan mereka atas pasar.

Tetapi proposal itu akan melalui proses ratifikasi yang panjang dan rumit, dengan 27 negara anggota UE, Parlemen Eropa, dan banyaknya lobi perusahaan serta asosiasi perdagangan yang mempengaruhi undang-undang itu.

Otoritas AS telah menaruh perhatian terhadap pengajuan RUU itu, dengan beberapa kasus antimonopoli utama terhadap bisnis Google termasuk tuntutan hukum agar Facebook menyingkirkan produk-produk Instagram dan Whatsapp-nya.

Pemerintah Inggris hari Selasa diduga juga akan mengumumkan RUU yang diusulkan untuk mengatasi "kerugian daring" dengan mengajukan ancaman denda bagi raksasa internet itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini