Vaksin AstraZeneca, yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Universitas Oxford di Inggris, masih menunggu persetujuan di Inggris. Pihak berwenang di sana mengatakan para regulator dapat mencapai keputusan pada awal Januari.
Nakorn mengatakan AstraZeneca telah mulai membagi teknologi yang diperlukan Siam Bioscience untuk memproduksi vaksin dan bahwa produksi itu dapat dimulai pada kuartal ke-dua tahun depan. Jika berjalan baik, katanya, vaksinasi dapat dimulai pada pertengahan tahun depan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)