Waspada! Penyebaran Covid-19 Lebih Rentan di Rest Area saat Libur Nataru

Taufik Fajar, Jurnalis · Senin 21 Desember 2020 14:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 21 320 2331459 waspada-penyebaran-covid-19-lebih-rentan-di-rest-area-saat-libur-nataru-HJZcMCZNz9.jpg Covid-19 (Foto: Okezone)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketika melakukan perjalanan dengan kendaraan pribadi saat libur Nataru 2020.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi pun mewanti-wanti penyebaran Covid-19 terjadi ketika di rest area atau tempat peristirahatan.

"Kita lihat libur panjang sebenarnya paling kritikal adalah pengguna kendaraan pribadi dalam tol. Pasalnya di dalam tol itu paling kritikal adalah di rest area, baik di Trans Jawa maupun di Trans Sumatera," ujar dia dalam webinar MTI secara virtual, Senin (21/12/2020).

Baca Juga: YLKI Sebut Kasus Covid-19 di RI Level Juara Asia 

Berdasarkan catatan YLKI di sejumlah rest area masih sangat minim penandaan dan peringatan protokol kesehatan. Dan masih banyak masyarakat yang bergerombol tidak mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker.

"Kami melihat penandaan itu hanya terlihat di toilet ataupun di masjid. Maka itu saya juga sudah meminta kepada Kementerian PUPR dan manajemen rest area untuk menandakan penandaan itu diperbanyak," ungkap dia.

Pihaknya juga ingin manajemen rest area tidak hanya membuat peringatan protokol kesehatan dalam bentuk tulisan akan tetapi melalui pengeras suara.

"Sehingga orang tunarungu pun terakomodir dengan baik. Saya lihat juga semua manajemen rest area punya loudspeaker tetapi jarang dipakai untuk peringatan pada pengunjung di rest area untuk mematuhi protokol kesehatan," tuturnya.

YLKI juga menyoroti beberapa warung dan restoran lokal yang terdapat di rest area. Di mana dari beberapa temuan di lapangan, masih banyak yang tidak menerapkan tempat duduk dengan jaga jarak kecuali di pendopo.

"Kita lihat hanya restoran asing ini lebih bagus implementasi protokol kesehatannya misalnya di Starbucks," tandas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini