Menko Luhut Ajak Rakyat Bangga Pakai Produk UMKM

Taufik Fajar, Jurnalis · Selasa 22 Desember 2020 12:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 22 320 2332015 menko-luhut-ajak-rakyat-bangga-pakai-produk-umkm-xhnf1msLjB.jpg Gerakan Bangga Buatan Indonesia. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) dibuat untuk membangkitkan kembali perekonomian yang terdampak pandemi Covid 19. Program yang dicanangkan pada tahun ini pun akan kembali dilanjutkan pada program 2021.

Pada tahun ini, Program Gernas BBI telah dua kali melampaui target yang telah ditentukan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam kegiatan Rapat Koordinasi Gernas BBI untuk tahun 2020 menyatakan kebanggaannya atas target yang tercapai, bahkan melebihi dari target. Menko Luhut menyatakan bahwa program ini perlu dilanjutkan di tahun 2021.

Baca Juga: Jadi Kolektor Sneakers, Erick Thohir: Saya Bangga Produk Lokal

"Kita harus bangga atas capaian kita dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas dari unit UMKM/KIM onboarding selama tahun 2020 ini. Kita berhasil mencapai target, bahkan melebihi target yaitu sebanyak 3,4 juta unit UMKM/KIM per November 2020 yang sebetulnya hanya ditargetkan 2 (dua) juta unit saja," ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/12/2020).

Menurut dia, angka itu menunjukkan adanya kenaikan dua kali lipat atau 70% lebih tinggi dari target yang sudah dirumuskan di 14 Mei 2020.

Baca Juga: Selain Bangga Buatan Indonesia, Ini Upaya Mendag Dorong Produk UMKM

Dua target yang ingin dicapai pemerintah untuk program Gernas BBI 2021 ditanggapi positif dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. Perwakilan dari Bank Indonesia, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Filianingsih Hendarta menyatakan siap untuk membuat strategi untuk meningkatkan permintaan dan penawaran.

“Kita akan meningkatkan kapasitas UMKM melalui korporatisasi pembentukan kelompok atau badan usaha, termasuk integrasi suatu rangkaian nilai bisnis untuk mencapai skala ekonomi dalam memperluas akses pasar dan akses pembiayaan,” tambah Filianingsih.

Hal lainnya adalah BI akan membuat strategi untuk meningkatkan permintaan dan penawaran, supaya mencapai 12 juta UMKM/KIM yang menggunakan QRIS. "Untuk itu digitalisasi di daerah akan kami gencarkan juga. Salah satu strategi besar lainnya adalah melakukan Pekan Ekonomi Nasional Keuangan Digital di bulan April 2021," kata dia kepada Menko Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo juga turut mengungkapkan kesiapannya untuk mencapai target yang ada dengan mempersiapkan program hibah design dan bedah gerai bagi para UMKM/KIM.

"Kemenparekraf siap untuk ide-ide lokal. Ada program hibah design dan juga bedah gerai sebagai programnya. Hibah design berfokus pada bantuan berupa design sebuah produk UMKM/KIM dan bedah gerai berfokus pada infrastruktur dari gerai UMKM/KIM terkait. Kedua program bertujuan untuk menaikkan nilai produk dari para penjual UMKM/KIM di daerah terkait. Kami sudah memulainya di beberapa daerah, salah satunya Danau Toba," tandas Wamen Angela.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini