Banyak Orang Pakai Zoom, Eric Yuan Masuk Jajaran Crazy Rich Dunia

Giri Hartomo, Jurnalis · Senin 28 Desember 2020 18:23 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 28 455 2335180 banyak-orang-pakai-zoom-eric-yuan-masuk-jajaran-crazy-rich-dunia-Bz9uzCQGLq.jpeg Aplikasi Zoom (Foto: Reuters)

JAKARTA - Hampir satu tahun, pandemi virus corona (covid-19) mempengaruhi aktivitas sosial ekonomi masyarakat. Untuk mencegah penularan virus, masyarakat pun diminta untuk berdiam diri di rumah.

Untuk memastikan agar kegiatan tetap berjalan, maka masyarakat menggunakan video call. Berbicara tentang aplikasi video call, tidak bisa dipisahkan dari aplikasi zoom.

Baca Juga: Bos Facebook Sebelum Kuliah di Harvard Ditawari Bisnis Kelola McDonald's

Datang entah dari mana, Zoom langsung menggebrak awal tahun ini dengan menjadi yang paling populer dan sering digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia selama pandemi ini. Bahkan, perusahaan lainnya seperti Cisco, Facebook, Google atau Microsoft berusaha mengejar ketinggalan dengan Zoom.

Sebuah perusahaan kecil yang diarahkan pada adopsi di perusahaan besar tiba-tiba mendapati dirinya dihujani oleh orang-orang yang mencoba layanan secara gratis, serta ribuan pelanggan baru yang membayar. Alhasil, pendapatan zoom pun langsung melonjak empat kali lipat dan laba meningkat 90 kali lipat sehingga mengejutkan para analis.

Baca Juga: Kisah Mark Zuckerberg, Bos Facebook yang Hampir Jualan Ayam di McDonald's

Hal ini juga membuat saham dari Zoom semakin tinggi, dengan mudah menonjol sebagai salah satu saham teratas tahun ini. Kini Zoom berada di atas bersanding dengan dengan pembuat vaksin seperti Moderna dan penantang Tesla dari Cina Nio dengan keuntungan lebih dari 450%.

Kinerja luar biasa ini juga mempengaruhi kanton dari CEO Zoom Eric Yuan yang sebelumnya bekerja pada perangkat lunak panggilan video Webex yang dibeli Cisco pada 2007. Saat ini Yuan sudah menjadi miliarder sebelum Covid-19, setelah mempublikasikan Zoom pada April 2019 dan mengesankan investor dengan kombinasi dari pertumbuhan yang cepat dan profitabilitas.

Sekarang dia salah satu dari 100 orang terkaya di dunia. Saham Zoom-nya bernilai hampir USD17 miliar atau setara Rp241,4 triliun (mengacu kurs Rp14.000 per USD), menurut FactSet.

"Saya sangat senang untuknya. Sungguh, saya benar-benar, ” kata CEO Coupa Rob Bernshteyn mengutip dari CNBC, Senin (28/12/2020).

Bernshtein telah mengenal Yuan selama empat atau lima tahun, dan Coupa telah lama menjadi pelanggan Zoom. Satu-satunya hal yang berubah dengan penggunaan Zoom di Coupa adalah perusahaan mulai mengizinkan karyawan menggunakan akun Zoom perusahaan mereka untuk pertemuan pribadi.

"Saya menggunakan kata bahagia. Ini adalah salah satu hal yang dia katakan sejak hari pertama, ingin memastikan platform ini menciptakan kebahagiaan. Dia benar-benar menciptakan platform dan fondasi yang hebat untuk bergerak ke arah itu bagi banyak orang yang jika tidak, tidak akan dapat terhubung," jelasnya.

Perjalanan zoom tidak selalu mudah, karena pada musim semi, setelah Zoom menerima permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, perusahaan juga dibombardir dengan kekhawatiran tentang privasi dan keamanan perangkat lunak. Kemudian muncul pertanyaan tentang koneksi Zoom dan Yuan ke China. Nancy Pelosi, juru bicara Dewan Perwakilan Rakyat, menyebut Zoom sebagai entitas China di siaran langsung televisi.

Yuan menanggapi dengan menerbitkan postingan di blog perusahaan.

“Saya menjadi warga negara Amerika pada Juli 2007. Saya telah hidup bahagia di Amerika sejak 1997. Zoom adalah perusahaan Amerika, didirikan dan berkantor pusat di California, berbadan hukum Delaware dan diperdagangkan secara publik di Nasdaq,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini