Realisasi Anggaran PEN Baru 72,3% Jelang Akhir Tahun, Kok Belum Habis?

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 30 Desember 2020 13:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 30 320 2336241 realisasi-anggaran-pen-baru-72-3-jelang-akhir-tahun-kok-belum-habis-y2CDVWHLOa.jpeg Uang Rupiah. Foto: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA – Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sudah mencapai Rp502,71 Triliun. Hingga 23 Desember 2020 realisasi anggaran PEN sebesar 72,3% dari total anggaran Rp695,2 Triliun.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan Pemerintah terus berupaya memaksimalkan penyaluran program PEN hingga akhir tahun 2020 untuk mendukung pergerakan ekonomi masyarakat sekaligus sebagai daya ungkit pertumbuhan ekonomi nasional, juga guna penanganan COVID-19 bidang kesehatan.

Baca Juga: Anggaran Covid-19 Baru Terserap Rp483 Triliun, Masih Tersisa Banyak

Realisasi program PEN menunjukkan akselerasi yang terus meningkat pada Kuartal IV 2020 ini, telah mencapai Rp 184,3 Triliun jika dibandingkan dengan realisasi per 30 September 2020 sebesar Rp 318,48 Triliun.

"Dua klaster dengan peningkatan realisasi tertinggi adalah klaster perlindungan sosial dan dukungan sektor UMKM dengan capaian di atas 90%. Di dalam kedua klaster ini terdapat sejumlah program yang telah mencapai realisasi 100%,” papar Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha di Jakarta, Rabu (30/12/2020).

 

Dua klaster di dalam Program PEN mencatat pencapaian lebih dari 90% yaitu klaster perlindungan sosial yang mencapai 94,7% atau sebesar Rp217,99 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp230,21 triliun, dan klaster UMKM yang mencapai realisasi sebesar 92,8% atau Rp107,93 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp116,31 triliun. Selanjutnya klaster Sektoral K/L dan Pemda mencapai realisasi 88,1% atau Rp59,77 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp67,86 triliun, klaster Kesehatan realisasinya mencapai 54,4% atau Rp54,13 Triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp99,5 triliun, klaster Intensif Usaha mencapai realisasi sebesar 45,4% atau Rp54,73 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp120,61 triliun, dan yang terakhir klaster Pembiayaan Korporasi mencapai realisasi sebesar 13,4% atau sebesar Rp8,16 triliun dari alokasi anggaran sebesar Rp60,73 triliun.

Program-program pada klaster perlindungan sosial yang telah mencapai realisasi 100% di antaranya adalah Program Keluarga Harapan dan Bantuan Beras, Kartu Sembako dan Bantuan Tunai, Bansos Jabodetabek, Bansos Tunai Non Jabodetabek, Bantuan Subsidi Upah/Gaji, Bantuan Subsidi Upah/Gaji Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Non-PNS di Kemendikbud dan Kemenag.

Selebihnya progres realisasi di klaster perlindungan sosial seperti Kartu Pra Kerja mencapai 99,5%, namun telah mencapai 5,6 juta penerima manfaat sesuai target, dan program diskon listrik mencapai 84,4%. Hanya Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang realisasinya mencapai 64,4%.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini