Daftar Kenaikan Harga dan Tarif di 2021, Cek di Sini

Fadel Prayoga, Jurnalis · Jum'at 01 Januari 2021 13:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 01 320 2337301 daftar-kenaikan-harga-dan-tarif-di-2021-cek-di-sini-2EiX4oWDXY.jpg Wacana Kenaikan Cukai Rokok di 2021 (Foto: Okezone)

3. Harga Minyak Sawit Diprediksi Naik

Permintaan kelapa sawit diprediksi akan kembali pulih pada tahun depan. Ditambah lagi, harga dari minyak kelapa sawit juga akan mengalami peningkatan pada tahun depan.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pada tahun diperkirakan harga minyak kelapa sawit meningkat menjadi USD668 per metric ton. Sebelumnya, pada tahun ini minyak sawit dijual dengan harga USD650 per metrik ton.

"Minyak sawit diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan harga pada tahun 2021 menjadi sekitar USD668 per metrik ton," ujarnya dalam acara Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) secara virtual, Rabu (2/12/2020).

Mantan Menteri Perindustrian itu menambahkan, salah satu penyebab kenaikan harga minyak kelapa sawit yaitu aktivitas ekonomi yang mulai dibuka di negara-negara lain. Sehingga permintaan terhadap minyak sawit juga akan kembali meningkat.

"Pada tahun 2021,diperkirakan permintaan minyak sawit diharapkan pulih seiring dengan ekonomi yang kembali terbuka," ucapnya.

Selain itu lanjut Airlangga, peningkatan harga minyak sawit juga didukung oleh peningkatan permintaan di dalam negeri. Apalagi pemerintah juga telah menerapkan kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan bauran minyak sawit.

“Kebijakan biodiesel, peningkatan permintaan oleh mitra dagang besar, dengan mempertimbangkan faktor-faktor ini, minyak sawit diperkirakan akan mengalami sedikit peningkatan harga pada tahun 2021,” ucapnya.

4. Saudi Naikkan Pajak, Kemungkinan Biaya Haji 2021 Naik

Mantan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyampaikan ada kemungkinan terjadi kenaikan biaya haji untuk peyelenggaraan tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi. Pasalnya, batalnya keberangkatan jamaah haji tahun 2020, berdampak pada penyediaan layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi yang sudah dilakukan.

Serta adanya kenaikan pajak bagi layanan umrah sebesar 15% yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi.

“Kenaikan ini akibat kebijakan pemerintah Arab Saudi menyatakan terdapat kenaikan pajak bagi layanan jamaah umrah menjadi sebesar 15%. Sehingga hal ini berdampak kepada kemungkinan kenaikan BIPIH yang telah dibayar lunas oleh jamaah haji tahun 2020, akibat kenaikan harga layanan akomodasi, konsumsi dan transportasi,” kata Fachrul dalam Rapat Kerja DPR RI Komisi VIII, Rabu (18/11/2020).

Saat ini, kata Fachrul, penyedia layanan di Arab Saudi, penyedia akomodasi di Makkah sebanyak 152 Hotel atau 100% dari kapasitas. “Dan penyedia akomodasi di Madinah sebanyak 28 Hotel atau 46% dari kapasitas,” jelasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Pantau Harga Rokok, Ada Apa Nih?

(fbn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini