Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bikin Tunggakan Lebih Tinggi

Rina Anggraeni, Jurnalis · Sabtu 02 Januari 2021 07:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 02 320 2337554 kenaikan-iuran-bpjs-kesehatan-bikin-tunggakan-lebih-tinggi-2UmOsYESp5.jpg Iuran BPJS Kesehatan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai kenaikan BPJS Kesehatan bagi peserta kelas III bukan solusi yang tepat.

Menurut Ketua YLKI Tulus Abadi, kebijakan tersebut berpotensi memicu hal-hal yang bersifat merugikan bagi BPJS Kesehatan. Serta bakal menimbulkan tunggakan yang lebih membesar.

Baca Juga: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bebani Masyarakat Miskin

"Tingginya tunggakan pada kelas mandiri, karena selama ini saja tunggakan sudah mencapai 49%. Dengan kenaikan ini akan memicu tunggakan yang lebih tinggi," ujar Tulus, di Jakarta, Sabtu (2/1/2021).

Lalu, akan banyak turun kelas, karena merasa tidak mampu membayar atas kenaikan itu. Kebijakan ini bisa memicu hal yang kontra produktif bagi BPJS Kesehatan itu sendiri.

Baca Juga: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Bisa Hambat Pemulihan Ekonomi RI

"Tidak hanya akan berpotensi menggegoroti finansial BPJS Kesehatan secara keseluruhan, tetapi juga mengesankan nihilnya empati pada para peserta di tengah pandemi," paparnya.

Dia meminta pemerintah dan managemen BPJS Kesehatan untuk terlebih dahulu mematangkan perencanaansebelum menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Seperti dengan melakukan penelusuran terhadap tiga faktor penunjang kesuksesan keuangan perseroan yang dinilai masih belum optimal.

Seperti,melakukan cleansing data golongan Penerima Bantuan Iuran (PBI). Mengingat saat ini banyak peserta PBI yang dianggap salah sasaran karena banyak orang mampu yang menjadi anggota PBI.

"Di lapangan, banyak anggota PBI yang diikutkan karena dekat dengan pengurus RT/RW setempat. Jika cleansing data dilakukan secara efektif, maka peserta golongan mandiri kelas III langsung bisa dimasukkan menjadi peserta PBI. Dari sisi status sosial ekonomi golongan mandiri kelas III sangat rentan terhadap kebijakan kenaikan iuran," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini