Pintu Guru Honorer Jadi PNS Tertutup Rapat, Komisi X: Mengkhianati Perjuangan

Kiswondari, Jurnalis · Selasa 05 Januari 2021 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 05 320 2338957 pintu-guru-honorer-jadi-pns-tertutup-rapat-komisi-x-mengkhianati-perjuangan-vuICiS8JP4.jpeg Guru Tak Masuk Formasi CPNS 2021. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Guru tidak masuk formasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Hal ini pun menuai polemik, bahkan diminta untuk dievaluasi ulang sebelum keputusan tersebut dijalankan.

Protes, salah satunya disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR Dede Yusuf Macan Effendi. Dirinya mengaku kaget dengan kabar bahwa pemerintah memutuskan untuk menghentikan rekrutmen CPNS guru mulai 2021 dan menggantinya dengan pegawai pemerintah dengan perjanjian kontrak (PPPK).

Baca Juga: Jadi PNS, Berikut Rincian Gaji yang Akan Diterima

Menurutnya, keputusan pemerintah tersebut tidak pernah dibahas bersama di DPR. Bahkan dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Baca Juga: Mulai Masuk Kerja Lagi, PNS WFH atau WFO?

"Ini berita agak mengagetkan kita, karena beberapa waktu lalu Mendikbud bersama dengan Komisi X sudah menyetujui bahwa membuka pendaftaran PPPK guru sebanyak 1 juta orang, sementara untuk CPNS tetap, karena sebenarnya CPNS adalah sesuatu yang dibutuhkan pemerintah. Dikarenakan setiap tahun ada yang pensiun, setiap tahun selalu ada yang tidak bisa meneruskan tugasnya," kata Dede saat di Jakarta, Selasa (5/1/2021).

Menurutnya, jumlah guru PNS ini tidak cukup banyak, bahkan rata-ratanya hanya 1-2 orang guru PNS di setiap sekolahnya dan sisanya merupakan guru honorer. Meskipun Komisi X DPR sepakat untuk merekrut guru honorer menjadi PPPK, rekrutmen CPNS guru harus tetap ada.

"Memang kesepakatan kita dalam beberapa kali rapat itu honorer akan diganti menjadi PPPK tetapi, CPNS masih ada," ujarnya.

Menurut mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ini, kalau tiba-tiba pemerintah menghapus rekrutmen PNS untuk para guru, tentu saja kebijakan ini sangat diskriminatif dan seolah-olah guru tidak boleh menjadi PNS, padahal guru-guru ini sudah lama mengabdi.

"Padahal guru sudah mengabdi lama, mereka sudah bertugas, jadi menurut hemat kami ini adalah sesuatu yang benar-benar mengkhianati perjuangan para guru," cetus Dede.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini