Besar Pasak Daripada Tiang, Defisit APBN 2020 Capai Rp956,3 Triliun

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 06 Januari 2021 16:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 06 320 2339962 besar-pasak-daripada-tiang-defisit-apbn-2020-capai-rp956-3-triliun-8kjPLbVhZF.png Sri Mulyani (Foto: Instagram Sri Mulyani/@smindrawati)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit APBN 2020 mencapai 6,09% terhadap PDB atau setara Rp956,3 triliun. Defisit APBN 2020 naik karena belanja negara yang tinggi akibat Covid-19.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah memperbesar belanja untuk menangani masalah kesehatan akibat Covid-19 serta memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat terdampak dan stimulus bagi dunia usaha. Kebijakan itu tertuang dalam program pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2020.

Baca Juga: Menko Airlangga Pastikan Keuangan Negara Masih Kuat 

Hal ini seiring, penerimaan yang mengalami kontraksi dan besarnya belanja negara di tengah pandemi Covid-19 menyebabkan defisit melonjak.

"Angka ini lebih baik dari yang kami tulis di Perpres 72/2020. Namun, memang defisit ini lebih besar dari undang-undang awal yang kami desain APBN defisitnya Rp307,2 triliun atau 1,76% terhadap PDB," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (6/1/2021).

Lanjutnya realisasi penerimaan pajak sepanjang 2020 tercatat Rp1.070,0 triliun atau 89,3% dari APBN 2020 yang sudah diubah sesuai Perpres 72/2020 Rp1.198,8 triliun. Realisasi ini tercatat minus 19,7% secara tahunan.

Sedangkan, realisasi pendapatan negara tahun 2020 sebesar Rp 1.633,6 triliun atau lebih rendah Rp327 triliun dari 2019 atau lebih rendah Rp599,6 triliun dari target APBN 2020

Lalu, belanja negara naik 12,2% menjadi Rp 2.589 triliun dari realisasi 2019 karena kebijakan refocusing/relokasi belanja kementerian dan lembaga (K/L) dan TKDD untuk penanganan COVID-19.

Belanja negara di sisi lain naik 12,2%. Tahun lalu Rp 2.309 triliun, APBN awal Rp2.500 triliun.

"Realisasinya dalam hal ini kenaikan belanja 12,2%, terutama belanja pemerintah pusat 22,1% dibanding realisasi 2019," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini