Harga Emas Anjlok 2,34% Imbas Dolar Rebound

Antara, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 08:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 320 2340252 harga-emas-anjlok-2-34-imbas-dolar-rebound-VNOjsFUeA6.jpg Emas (Shutterstock)

CHICAGO - Emas jatuh lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), setelah aksi ambil untung dari kenaikan lima hari beruntun dipicu oleh rebound dolar saat imbal hasil obligasi AS melonjak, dengan investor bertaruh pada kemenangan Demokrat dalam pemilihan putaran kedua Senat AS di negara bagian Georgia.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, anjlok USD45,8 atau 2,34% menjadi ditutup pada USD1.908,6 per ons. Sehari sebelumnya, Selasa (5/1/2021), emas berjangka naik USD7,8 atau 0,4% menjadi USD1.954,40.

 Baca juga: Harga Emas Antam Naik Rp6.000, Cek Daftarnya

Harga e​​​​​​mas berjangka melonjak USD51,5 atau 2,72% menjadi USD1.946,60 pada Senin (4/1/2021), setelah naik tipis USD1,7 atau 0,09% menjadi USD1.895,10 pada Kamis (31/12/2020), setelah terangkat dua hari sebelumnya masing-masing USD10,50 dan USD2,5.

"Imbal hasil (obligasi) yang lebih tinggi telah mengangkat dolar dan memicu aksi jual emas yang lebih cepat," ka Kepala Perdagangan Derivatif Logam Dasar dan Mulia BMO, Tai Wong.

 Baca juga: Harga Emas Menguat di saat Dolar Lesu

"USD1.900 adalah poros penting yang perlu dipertahankan untuk mempertahankan narasi bullish jangka pendek," jelasnya.

Imbal hasil obligasi AS 10-tahun naik di atas satu persen untuk pertama kalinya sejak Maret, meningkatkan peluang kerugian untuk memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang lainnya, berbalik menguat setelah turun ke posisi terendah 2,5 tahun, membuat emas kurang menarik bagi mereka yang memegang mata uang lainnya.

Tetapi Wong dari BMO mengatakan ini adalah kesempatan membeli. "Kongres Demokrat dengan Biden di Gedung Putih adalah izin untuk berbelanja, dan itu bukan lingkungan emas yang lebih rendah."

Dengan investor memperkirakan lebih banyak stimulus fiskal ketika Demokrat memimpin dalam pemilihan putaran kedua yang akan menentukan kendali Senat AS, emas tetap didukung sebagai lindung nilai inflasi.

Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, mengatakan kemunduran itu adalah langkah jangka pendek karena potensi "Gelombang Biru" di Senat AS akan menjadi negatif bagi dolar serta "mendukung emas dan perak dari perspektif jangka panjang".

Angka ekonomi yang dirilis pada Rabu (6/1/2021) juga beragam. Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan pabrik meningkat satu persen pada November setelah melonjak 1,3 persen pada Oktober.

Laporan ketenagakerjaan Automated Data Processing Inc. (ADP) yang dirilis pada hari yang sama menunjukkan sektor swasta AS kehilangan 123.000 pekerjaan pada Desember, kerugian pertama sejak bulan April.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret anjlok 59,8 sen atau 2,16% menjadi ditutup pada USD27,042 per ons. Platinum untuk pengiriman April merosot USD9,4 atau 0,84% menjadi menetap pada USD1.110,2 per ons.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini