Realisasi Lifting Migas Tembus 1.682 Mboepd di 2020

Rina Anggraeni, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 15:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 320 2340573 realisasi-lifting-migas-tembus-1-682-mboepd-di-2020-3zQgvE9Lz7.jpg Minyak Mentah (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah mencatat realisasi Lifting Migas tahun 2020 mencapai 1.682 mboepd atau sebesar 99,1% dari target APBN-P 2020. Besaran tersebuut terdiri dari lifting minyak 707 mbopd atau 100,1% dari target (705 mbopd).

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, untuk realisasi lifting gas sebesar 975 mboepd atau 98% dari target (992 mboepd).

 Baca juga: Potensi Besar Aset Negara pada Hulu Migas

"Sedangkan target lifting migas tahun 2021 sesuai APBN ditetapkan sebesar 1.712 mboepd, terdiri atas lifting minyak sebesar 705 mbopd dan lifting gas 1.007 mboepd," kata Arifin dalam video virtual, Kamis (7/1/2021)

Sedangkan, akhir 2020, program BBM Satu Harga telah menjangkau 253 lokasi, atau bertambah 83 lembaga penyalur pada 2020. Kementerian ESDM akan menambah 76 lembaga penyalur di tahun 2021 dan ditargetkan terbangun total 500 lembaga penyalur pada 2024.

 Baca juga: RUU Migas Diperlukan saat Persaingan Industri Semakin Meningkat

" Sementara itu, untuk infrastruktur jaringan gas kota, di 2020 telah terbangun 135.286 Sambungan Rumah (SR) di 23 kabupaten/kota, dan pada tahun 2021 ditargetkan akan ada tambahan sebanyak 120.776 SR," katanya.

Dalam rangka meningkatkan daya saing industri nasional dan mendukung penyediaan tarif listrik yang kompetitif, terobosan dilakukan melalui penyesuaian harga gas menjadi USD6/MMBTU di plant gate dengan volume sebesar 2.601 BBTUD, dialokasikan untuk Industri Tertentu sebesar 1.205 BBTUD dan Pembangkit PLN sebesar 1.396 BBTUD.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini