Selain Sawit, Program B30 Bisa Gunakan Minyak Jelantah

Taufik Fajar, Jurnalis · Kamis 07 Januari 2021 20:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 07 320 2340742 selain-sawit-program-b30-bisa-gunakan-minyak-jelantah-mGAtO8cP7D.jpg Biodiesel (Foto: Reuters)

JAKARTA – Program mandatori biodiesel terus dijalankan hingga saat ini. Di mana pencampuran 30% biodiesel ke dalam solar (B30) terus dilakukan saat ini.

Selain minyak sawit, minyak jelantah juga bisa dijadikan untuk memenuhi kebutuhan biodiesel. Sebab,potensi minyak jelantah setiap tahunnya 3 juta kiloliter.

Baca Juga: Bukti Nyata, Indonesia Punya Harta Karun Minyak Kelapa Sawit

Direktur Bioenergi Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan bahwa minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO) memiliki berbagai kegunaan, terutama untuk biodiesel.

"Kalau bisa kita kelola (minyak jelantah) dengan baik, bisa memenuhi sebagian kebutuhan biodiesel nasional," ucap Andriah, Jakarta, Kamis (7/1/2021).

Selain itu, pengembangan biodiesel berbasis minyak jelantah memiliki peluang untuk dipasarkan baik di dalam negeri maupun untuk diekspor. Dipasarkan di luar negeri pun memiliki peluang yang cukup besar.

Baca Juga: B30 Kurangi Defisit Neraca Dagang Sektor Migas dan Impor Solar

Dengan memanfaatkan minyak jelantah, biaya produksi pun bisa lebih hemat 35% dibandingkan dengan biodiesel dari minyak nabati yang dihasilkan dari tanaman buah kelapa sawit atau Crude Palm Oil (CPO).

"Tapi, ini harus dilihat lagi, karena kita liat dari beberapa industri yang ada tidak bisa sustain. Ada hal-hal yang memengaruhi biaya operasionalnya," ungkapnya.

Sementara itu, untuk pemanfaatan minyak jelantah sebagai feedstock biorefinery, menurut VP Strategic Planing Refining & Petrochemical PT Kilang Pertamina Internasional Prayitno masih ada hal yang harus dipikirkan.

"Untuk UCO yang menjadi salah satu PRnya bagaimana kita mengumpulkan minyak jelantah untuk skala industri, termasuk logistik dan handling. Kita bisa benchmark dari perusahaan di luar (negeri), bagaimana mereka mengumpulkan minyak jelantah," jelas Prayitno.

"Untuk CPO, kita perlu jaminan feedstock serta semacam kebijakan atau support dari stakeholder untuk memastikan secara bisnis juga, baik bagi perusahaan yang melaksanakan kegiatan ini," sambungnya.

Apabila sekitar 1,2 juta kilo biodiesel dari kelapa sawit diganti dengan minyak jelantah yang dikumpulkan dari sektor rumah tangga, maka bisa menghemat sekitar Rp4,2 triliun. Angka itu sesuai dengan angka data produksi biodiesel dari 2020.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini