Erick Thohir Beberkan Distribusi Vaksin Covid-19 Pakai QR Code

Suparjo Ramalan, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 20:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 320 2341317 erick-thohir-beberkan-distribusi-vaksin-covid-19-pakai-qr-code-IMpY6W48j6.jpg Vaksin Covid-19 (Shutterstock)

JAKARTA - Pemerintah akan menggunakan Kode QR (QR Code) dalam vaksinasi Covid-19. Kode QR menjadi bagian dalam perbaharuan sistem satu data yang dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) dan PT Telkom Indonesia (Persero).

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pihaknya terus melakukan perbaikan sistem, khususnya untuk mengintegrasikan data base untuk distribusi vaksin dan proses vaksinasi.

 Baca juga: Vaksinasi Covid-19 hingga 2022, Erick Thohir Perbaiki Basis Data

"Mengenai distribusi kami sampaikan sesuai dengan penugasan kami dari Kementerian BUMN, sudah menyiapkan sistem yang tidak sempurna karna kesempurnaan milik Allah SWT, tapi salah satunya bagaimana dari vial box sampai mobil ada QR Code dan bisa dipantau berjalan secara real time," ujar Erick, Jumat (8/1/2021).

Dalam kunjungannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dia mengutarakan, pemerintah daerah secara konsisten terus mengamankan vaksin Sinovac agar tetap berada di suhu 2-8 derajat celsius. Hal itu demi menjaga kualitas saat program vaksinasi dilakukan.

Baca juga: Jokowi ke Pedagang: Vaksinasi seperti Ibu-Ibu Anter Bayinya Imunisasi

Dia menyebut, jika vaksin Sinovac yang saat ini berada di Dinas Kesehatan Provinsi atau Kabupaten/Kota tidak diamankan dalam suhu yang telah ditentukan, maka vaksin yang akan diberikan untuk program vaksinasi kualitasnya sudah tidak sesuai.

Sementara terkait dengan infrastruktur sistem satu data, hal ini digunakan untuk mengatur vaksinasi agar tepat sasaran. Sistem yang tengah dibangun tersebut akan mendata penerima vaksin melalui penyaringan data individu penerima vaksin prioritas. Setelah itu akan dikembangkan aplikasi pendaftaran vaksin pemerintah dan mandiri dengan memetakan distribusi vaksin dengan lokasi vaksinasi.

Di mana, seluruh data penerima vaksin Covid-19 prioritas sedang dalam tahap pencocokan dan pengintegrasian dengan kementerian dan lembaga terkait. Melalui sistem tersebut, peserta penerima vaksin tidak dapat terdaftar di sistem lain sehingga meminimalisir kemungkinan duplikasi dan dapat diterima masyarakat dengan tepat sasaran.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini