Share

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh, Ikatan Pilot Indonesia Kawal Investigasi

Hafid Fuad, Jurnalis · Senin 11 Januari 2021 15:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 11 320 2342557 pesawat-sriwijaya-air-jatuh-ikatan-pilot-indonesia-kawal-investigasi-h7wRuEiocM.jpg Temuan Hasil Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA- Presiden Ikatan Pilot Indonesia Iwan Setyawan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga penumpang dan awak pesawat Sriwijaya Air B737-500 PK-CLC.

Dia mengaku, akan memantau proses investigasi secara ketat untuk memastikan bahwa seluruhnya dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip profesionalisme.

Baca Juga: Tragedi Pesawat Sriwijaya Air Jatuh, Menko Luhut: Kita Akan Perbaiki

"Segala upaya harus dilakukan untuk mencegah terulangnya tragedi tersebut," ujar Iwan, di Jakarta, Senin (11/1/2021).

Setidaknya ada beberapa prinsip dalam melakukan investigasi teknis kecelakaan tersebut. Pertama, investigasi yang dilakukan harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam ICAO Annex 13.

Baca Juga: Menengok Kondisi Pemeliharaan Pesawat Sriwijaya Air Sebelum Jatuh

Tujuannya untuk menemukan faktor penyebab kecelakaan dan membuat rekomendasi keselamatan yang diperlukan. Proses ini tidak boleh dihalangi oleh proses administratif atau pengadilan karena satu-satunya tujuan adalah untuk membagi kesalahan atau tanggung jawab.

Penyelidik kecelakaan harus memiliki akses tanpa hambatan ke semua bahan bukti seperti puing-puing, catatan penerbangan dan catatan ATS. Berikutnya harus ada kebebasan untuk memastikan bahwa pemeriksaan detail dapat dilakukan tanpa penundaan dari para ahli keselamatan lainnya.

Berikutnya saat investigasi sedang berlangsung. Baik dari pengumpulan, pencatatan dan analisis seluruh informasi yang relevan termasuk pernyataan dari para saksi, tidak boleh ada pengungkapan rincian, data atau catatan kecelakaan. Ini penting untuk menghindari salah tafsir atas peristiwa yang terjadi, dan kesimpulan awal.

"Publikasi informasi yang terlalu dini terkait dengan kecelakaan dapat membahayakan keselamatan penerbangan jika informasi tersebut tidak memiliki konteks keseluruhan tubuh data investigasi yang faktual. Selain itu, tidak ada catatan kecelakaan yang harus tersedia untuk tujuan selain investigasi kecelakaan atau insiden," ujarnya.

Komite Analisis dan Pencegahan Kecelakaan Ikatan Pilot Indonesia dan pengetahuan operasional pesawat, didukung oleh ahli IFALPA di bidang investigasi kecelakaan; berada di bawah Komite Nasional Keselamatan Transportasi Indonesia (Komite Nasional Keselamatan Transportasi Republik Indonesia) untuk mendapatkan nasehat atau konsultasi selama proses investigasi, penyusunan laporan kecelakaan dan rekomendasi keselamatan terkait.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini