Menteri Basuki Targetkan Serapan Anggaran Capai Rp14 Triliun Bulan Ini

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 11:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2344880 menteri-basuki-targetkan-serapan-anggaran-capai-rp14-triliun-bulan-ini-JPGpWlm9Sy.jpeg Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. (Foto: Okezone.com/PUPR)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memperkirakan penyerapan anggaran Kementerian PUPR hingga akhir Januari 2021 akan mencapai Rp14,8 triliun. Pasalnya, hari ini telah diselesaikan proses tender tahun ini.

"Jadi hingga akhir Januari 2021 nanti akan penyerapan anggaran mencapai Rp14,8 triliun atau sebesar 9,9% dari total Pagu Dipa sebesar Rp159,7 triliun," ujar Basuki dalam acara penandatanganan kontrak paket tender/seleksi dini Tahun Anggaran 2021, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Jokowi: Harus Sadar Kita Masih dalam Kondisi Krisis

Menurut dia, hingga hari ini telah diselesaikan proses tender mencapai 1.191 paket senilai Rp14,6 triliun dengan rincian sebagai berikut. Di mana 209 paket senilai Rp2,1 triliun telah selesai tender dan di kontrak pada bulan Desember 2020.

Baca Juga: Sah, di Depan Jokowi 982 Paket Proyek Infrastruktur Rp12,5 Triliun Diteken

"Jadi seperti yang disarankan oleh ibu Menteri Keuangan 982 paket senilai Rp12,5 triliun akan ditandatangani kontraknya secera serentak pada pagi hari ini yang akan disaksikan langsung oleh bapak Presiden Jokowi," ungkap dia.

Tercatat sejak bulan Oktober 2020 kementerian PUPR telah melaksanakan tender seleksi dini untuk 3.175 paket dengan nilai total Rp38,6 triliun.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk bekerja lebih cepat lagi pada tahun ini. Dengan begitu, perekonomian Indonesia di masa pandemi corona kembali bangkit.

"Saya mengingatkan ke seluruh jajaran PUPR di tahun 2021 kita harus bekerja lebih cepat lagi, kita ini harus sadar kita masih dalam kondisi krisis, semangatnnya harus berbeda, auranya harus berbeda, channelnya harus pindah ke extraordinary," ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, kecepatan kerja kementerian dapat memberikan daya ungkit ekonomi sehingga di tahun ini perolehannya bisa rebound atau bangkit kembali. Apalagi, pada kuartal II 2020 kemarin, pertumbuhan ekonomi RI terkontraksi cukup dalam sebesar -5,32.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini