Jokowi: Harus Sadar Kita Masih dalam Kondisi Krisis

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 15 Januari 2021 11:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 15 320 2344866 jokowi-harus-sadar-kita-masih-dalam-kondisi-krisis-OkxtRDVmZy.jpg Presiden Joko Widodo. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk bekerja lebih cepat lagi pada tahun ini. Dengan begitu, perekonomian Indonesia di masa pandemi corona kembali bangkit.

"Saya mengingatkan ke seluruh jajaran PUPR di tahun 2021 kita harus bekerja lebih cepat lagi, kita ini harus sadar kita masih dalam kondisi krisis, semangatnnya harus berbeda, auranya harus berbeda, channelnya harus pindah ke extraordinary," ucap Jokowi dalam acara Penandatanganan Kontrak Paket Tender/Seleksi Dini Kementerian PUPR Tahun Anggaran 2021 secara virtual, Jumat (15/1/2021).

Baca Juga: Menteri Basuki: Proses Lelang Jangan Lambat tapi Jangan Ceroboh

Menurut Jokowi, kecepatan kerja kementerian dapat memberikan daya ungkit ekonomi sehingga di tahun ini perolehannya bisa rebound atau bangkit kembali. Apalagi, pada kuartal II 2020 kemarin, pertumbuhan ekonomi RI terkontraksi cukup dalam sebesar -5,32.

"Pertumbuhan ekonmi kita mengalami kontraksi yang cukup dalam sempat turun -5,32 di kuartal II 2020 dan membaik menjadi -3,49 persen di kuartal III 2020 meski minus tapi membaik dan kita berharap di kuartal IV 2020 dan kuartal I 2021 pertumbuhan ekonomi kita mengalami rebound," jelasnya.

Baca Juga: Sah, di Depan Jokowi 982 Paket Proyek Infrastruktur Rp12,5 Triliun Diteken

Jokowi berujar, di masa pandemi, kecepatan mengeksekusi proyek-proyek padat karya amat sangat dinantikan. Apalagi saat ini banyak masyarakat kehilangan pekerjaan. Karena itulah kecepatan kerja kementerian dapat membantu beban masyarakat.

"Sekali lagi kuncinya kecepatan dalam bekerja, apalagi di masa pandemi seperti sekarang saat masyarakat banyak kehilangan pekerjaan, kecepatan kita mengeksekusi pekerjaan terutama proyek padat karya sangat dinantikan dan membantu beban masyarakat terutama menyediakan lapangan pekerjaan yang banyak," tuturnya.

Kendati bekerja cepat dan menggunakan smart shortcut, Jokowi mengingatkan kementerian tidak menihilkan transparansi. Ia menegaskan pelaporan pekerjaan harus dilakukan secara transparan dan prosesnya harus benar. Kemudian, dampak pekerjaan itu harus nyata terasa di masyarakat.

"Walau kita bekerja cepat dengan cara smart shortcut tidak berarti kita mengabaikan tata kelola, kita mengabaikan governance, ini tidak boleh. Prosesnya harus benar, harus transparan, sesuai aturan dan yang paling penting outcome betul-betul dijaga agar mempunyai dampak signifikan terhadap pemulihan ekonomi di negara kita," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini