Sri Mulyani Tetap Pikirkan Pembangunan Infrastruktur meski Pandemi Covid-19

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 20 Januari 2021 14:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 20 320 2347682 sri-mulyani-tetap-pikirkan-pembangunan-infrastruktur-meski-pandemi-covid-19-Ipqn3irIfF.jpg Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/KBUMN)

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menjamin pembangunan infrastruktur tidak terhambat meski pandemi Covid-19 belum selesai. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah terus mencari alternatif pembiayaan pembangunan infrastruktur sehingga tidak mengandalkan anggaran negara.

"Dalam suasana Covid, kita tidak melupakan kegiatan pembangunan. Oleh karena itu, kita tetap berharap meski dalam suasana Covid menjalankan program-program pembangunan," kata Sri Mulyani dalam video virtual, Rabu (20/1/2021).

Baca Juga: Proyek Infrastruktur Dibiayai Surat Utang, Sri Mulyani: Jangan Dikorupsi

Dia menambahkan, selama pandemi pemerintah memang fokus dalam penanganan covid-19 serta dukungan bagi masyarakat. Meski begitu, pembangunan infrastruktur tetap menjadi vital sehingga tak serta merta dihentikan.

"Di bidang pendidikan yakni membangun sekolah atau kampus-kampus, di bidang kesehatan jelas banyak tidak hanya menangani CCovid tapi juga upgrade rumah sakit, dan juga bidang infrastruktur yang tentu menjadi makin vital dalam situasi covid," jelasnya.

Baca Juga: Menteri Basuki: Pembangunan Venue Olahraga di Papua Jadi Kebanggaan

Selain itu, Menkeu juga menegaskan bahwa kualitas pelaksanaan Proyek SBSN yang tinggi adalah suatu keharusan yang tidak dapat dikompromikan, meskipun di tengah pandemi.

"Saya berharap, untuk tetap menjaga kualitas proyek, mungkin sedikit tertunda karena adanya Covid, tapi tidak berarti kualitas dan disiplin penyelesaiannya kemudian jadi ikut tertunda,” tandasnya.

Sementara itu, Sri Mulyani mengatakan surat berharga syariah negara adalah sebuah instrumen pembiayaan. Adapun, pembiayaan dalam suasana pandemi makin dibutuhkan diversifikasi untuk APBN .

"Kita minta APBN ini jangan dalam suasana tekanan cukup berat," Kata Sri Mulyani dalam video virtual.

Oleh karena itu dengan kerja sama bersama seluruh Kementerian dan Lembaga apabila kualitas proyek baik dan berikan dampak sosial ekonomi dan financial yang baik, maka surat berharga syariah negara ini merupakan utang negara jadi bisa bermanfaat maksimal.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini