Share

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia Ditargetkan Selesai 15 Bulan

Rina Anggraeni, Sindonews · Kamis 21 Januari 2021 11:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 21 320 2348274 vaksinasi-covid-19-di-indonesia-ditargetkan-selesai-15-bulan-uwSgorTRoa.jpg Presiden Jokowi Divaksin Covid-19. (Foto: Okezone.com/Setpres)

JAKARTA - Pemerintah bakal mempercepat vaksinasi massal untuk masyarakat Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun mentargetkan akan menyelesaikan program vaksinasi hanya dalam waktu 15 bulan.

"Saya harapkan seluruh vaksinasi bisa selesai dalam waktu 15 bulan sekitar 450 hari," kata Budi dalam video virtual, Kamis (21/1/2021).

Baca Juga: 300 Juta Dosis Vaksin Covid-19 dari 4 Produsen Siap Dikirim ke Indonesia

Lanjutnya, tahapan vaksinasi pertama yaitu tenaga kesehatan sebanyak 1,4 juta. Rencannya Januari hingga Februari untuk tenaga kesehatan. Lalu bulan Maret dan April masuk untuk para pekerja yang sebanyak 17 juta. Untuk lanjut usia (Lansia) akan dilakukan pada bulan Mei hingga Juli.

"Kita bisa masuk ke general public, kenapa kita pilih health worker sebab mereka orang yang yang terkena risiko paling besar, mereka bisa sakit juga, public worker mereka harus melayani publik harus keluar TNI , Polri makanya disuntik duluan," bebernya.

Baca Juga: Menkes Buka Peluang Vaksinasi Mandiri, Cepat dan Murah

Dia menambahkan, alasan menyegerakan pengadaan vaksin Covid-19 masuk Indonesia. Alasannya, produksi vaksin dunia saat ini tidak sebesar kebutuhan yang ada.

"Saya sampaikan penduduk dunia 7,8 miliar, jadi kalau 70% herd immunity itu 5,5 miliar penduduk. Kalau masing-masing butuh dua dosis, itu jadi dibutuhkan dunia 11 miliar dosis," imbuhnya.Lalu kapasitas vaksin dunia cuma sekitar 6,2 miliar dan itu sudah termasuk produksi vaksin yang ada, seperti cacar, polio, rubela, dan TBC.

"Produksi vaksin Covid-19 hanya 3,2 miliar, padahal kebutuhan 11 miliar," tandasnya.

Sementara itu, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa akan memesan 300 juta dosis vaksin Covid-19.

"Sampai sekarang kondisinya kita punya secure komitmen delivery sekitar 300 juta vaksin dan memiliki opsi delivery, produksi firm tapi deliverynya masih opsi sekitar 300 juta vaksin, Jadi sudah memiliki coverage 600 juta vaksin, atau sekitar 150% dari target kita," kaya Budi.

Lanjutnya, untuk khusus pengadaan vaksin ada 4 jenis vaksin. Vaksin Sinovac dari China, vaksin Astrazenica dari Inggris, Vaksin Pfizer dari Jerman dan Vaksin Novavax dari Amerika Serikat

"Jadi 4 yuridiksi secara geoplitik kita bisa lebih nyaman narasi dan 4 sumber bebeda dengan teknologi vaksin yang juga berbeda beda," bebernya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini